Konten dari Pengguna

UMKendari Perkuat Budidaya Bandeng di Area Lingkar Tambang Nikel

Muhammad Nur Djafar Sigaro

Muhammad Nur Djafar Sigaro

Humas Universitas Muhammadiyah Kensari

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Nur Djafar Sigaro tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menjalankan program unggulan Program Transformasi Teknologi dan Inovasi (PTTI) yang memberi kesempatan bagi Universitas Muhammadiyah Kendari (UMKendari) untuk memperkuat perannya dalam pengembangan wilayah. Program ini dirancang untuk membantu masyarakat menghadapi tantangan sosial-ekonomi yang muncul di daerah lingkar industri.

UMKendari Perkuat Budidaya Bandeng di Area Lingkar Tambang Nikel
zoom-in-whitePerbesar

Salah satu lokasi sasaran adalah Desa Ulu Lalimbue, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe. Di wilayah ini, para pembudidaya tambak bandeng mengalami tekanan akibat perubahan lingkungan dan dampak aktivitas pertambangan nikel. Melalui program PTTI, UMKendari diharapkan dapat menghadirkan intervensi strategis yang mampu memperbaiki sistem budidaya serta meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat.

Tim pengabdian UMKendari dipimpin oleh Dr. Ahmad Muhlis Nuryadi, S.Pi., M.Si., bersama Dr. Fajriah, S.Pi., M.Si., dan Alfiah Fajriani, S.T., M.Si. Melalui program ini mereka memperkenalkan tiga inovasi utama: budidaya tambak organik, penerapan teknologi Internet of Things (IoT) untuk pemantauan kualitas air, serta teknik pengolahan hasil perikanan menggunakan asap cair. Tim juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, pada Hari Minggu 16 November 2025.

Selama dua bulan pelaksanaan, berbagai perbaikan dilakukan bersama masyarakat, khususnya dalam tata kelola tambak. “Mungkin belum semua persoalan bisa dituntaskan, tetapi program ini setidaknya telah memperbaiki sistem budidaya menjadi lebih aman, murah, berkelanjutan, dan menguntungkan,” ujar Ahmad Muhlis. Selain pendampingan teknis, tim juga memberikan motivasi usaha, pelatihan manajemen, serta bantuan bibit dan peralatan dasar. Ia berharap tahapan awal pemeliharaan dapat berjalan lebih teratur dan mandiri. Tahap lanjutan akan difokuskan pada optimalisasi sensor IoT untuk pengukuran kualitas air tambak.

Dr. Fajriah, pemilik hak paten teknologi IoT tersebut, menjelaskan bahwa alat yang dikembangkan mampu membantu pembudidaya mengontrol kualitas air, merencanakan usaha, dan mengambil tindakan cepat jika muncul perubahan yang berpotensi membahayakan ikan. “Data yang ditampilkan melalui smartphone dapat diakses secara waktu nyata,” jelasnya.

Program ini melibatkan dua kelompok mitra, yaitu Pokdakan Tunas Harapan dan Kelompok Dasawisma Srikandi. Ketua Pokdakan Tunas Harapan, La Ode Sumaida, menyampaikan terima kasih kepada UMKendari atas pendampingan yang diberikan. Ia berharap program ini membawa perubahan positif dan keberlanjutan bagi usaha budidaya bandeng di wilayah mereka.