Santri: Lika-Liku Cinta Yang Tersembunyi

Saya seorang mahasiswa aktif di Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Dewi Zulaikah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di pesantren, cinta sering tersembunyi di balik kegiatan ibadah dan belajar. Para santri menahan perasaan mereka karena prioritas utama mereka adalah menuntut ilmu dan memperdalam agama. Meskipun begitu, perasaan cinta tetap tumbuh secara diam-diam, terutama dalam kesunyian malam setelah tadarus.
Cinta di pesantren bukan hanya soal perasaan duniawi, namun seringkali datang dengan tujuan yang lebih mulia, yaitu mendekatkan diri kepada Tuhan dan saling memperbaiki diri. Banyak santri yang memilih untuk menekan perasaan mereka demi tetap fokus pada tujuan utama: belajar dan beribadah.
Kadang-kadang, cinta ini berbuah kebahagiaan ketika dua hati saling mendukung dalam perjalanan spiritual. Namun, sering juga perasaan itu harus dipendam karena kewajiban dan aturan yang ada di pesantren.
Walaupun penuh tantangan, cinta yang tersembunyi ini mengajarkan tentang kesabaran, pengorbanan, dan ketulusan. Bagi para santri, cinta bukan hanya tentang hubungan antar manusia, tetapi juga tentang mencintai Tuhan dengan sepenuh hati.
