Sering Menangis Tanpa Sebab, Bisa Jadi Kamu Mengalami Hypophrenia

Mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya
Konten dari Pengguna
24 Desember 2020 6:27
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Dear Christine Marpaung tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sering Menangis Tanpa Sebab, Bisa Jadi Kamu Mengalami Hypophrenia (67863)
searchPerbesar
Orang Hypophrenia
Menangis merupakan sebuah ekspresi dari seseorang untuk mengungkapkan beberapa perasaannya, dari mulai sedih, senang, haru dan sebagainya. Tapi, pernah enggak sih kalian melihat orang menangis tanpa sebab? Atau justru kalian pernah mengalami hal serupa kayak tiba-tiba aja kalian meneteskan air mata. Padahal kalian satu hari itu dalam mood yang bagus lho. Kok bisa tiba-tiba nangis enggak jelas gitu.
ADVERTISEMENT
Apalagi kalo malem, kebanyakan pada kambuh nih suka nangis enggak jelas. Perasaan sedih yang datang tanpa dilatarbelakangi apa pun. Apa jangan-jangan aku kena Bipolar? STOP! Jangan langsung self-diagnose yaa!
Ketika kita menangis tanpa sebab mungkin saja kita terkena Hypophrenia. Kebanyakan orang mengira kondisi tersebut sama dengan bipolar. Padahal bipolar dan hypophrenia memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Bipolar mengalami 2 fase, yaitu mania atau manik dan fase depresif yang berubah secara cepat, drastis, dan mendadak, sedangkan hypophrenia hanya memiliki 1 fase saja yaitu membuat seseorang menjadi menangis dan sedih tanpa sebab.
Sering Menangis Tanpa Sebab, Bisa Jadi Kamu Mengalami Hypophrenia (67864)
searchPerbesar
Ilustrasi Pria Menangis Foto: StockSnap/Pixabay
Pengertian Hypophrenia
Hyphophrenia adalah gangguan mental yang unik yang penderitanya sering menangis tanpa sebab dan sedih serta bisa terjadi di mana saja, kapan saja tanpa alasan yang jelas. Menurut psikolog klinis dewasa, Rena Masri M.Psi, mengatakan bahwa
ADVERTISEMENT
hyphophrenia adalah gangguan mental di mana seseorang sering menangis dan sedih tanpa alasan yang jelas dan rasa sedih yang berakhir dengan tangisan, bisa muncul tanpa kita sadari"
Gejala Hypophrenia
Seseorang yang terkena atau yang mengalami kondisi hypophrenia sedang mengalami gangguan di bagian otak yang berkaitan dengan emosionalnya. Hal tersebut kerap membuat mereka merasa sedih atau menangis tanpa sebab yang pasti. Rasa sedih dan menangis secara mendadak membuat seseorang yang terkena Hypophrenia menjadi ketus, sensitif, mudah tersinggung dan tidak mudah diajak berkomunkasi.
Bahkan kesedihan ini bisa membuat penderita hypophrenia memiliki gangguan fungsi sosialnya, seperti menjadi introvert atau tidak mau bersosialisasi, melakukan kewajiban dari pekerjaannya, dan melakukan aktivitas lainnya. Ketika sedih dan menangis tanpa sebab datang dengan tiba-tiba, emosi yang timbul berupa emosi yang sangat kuat sehingga bisa mengalihkan seluruh pikiran dari orang dengan kondisi hypophrenia dari semua aktivitas yang dikerjakannya.
ADVERTISEMENT
Menangis tanpa sebab dan kesedihan yang mendalam membuat orang dengan kondisi hypophrenia menjadi malas, banyak pikiran, hingga tidak memiliki gairah menjalani kehidupannya. Padahal kesedihan yang diderita oleh orang hypophrenia tidak mengetahui dari mana dan bagaimana kesedihan itu bisa datang.
Bersedih atau menangis itu hal yang wajar dan normal tetapi jika bersedih tanpa alasan yang jelas lama-kelamaan akan membuat kita merasa melelahkan. Apalagi ketika kita mencari tahu dan menerka-nerka apa penyebab dari kesedihan itu. Selain melelahkan, kita juga jadi menduga-duga dengan tidak pasti.
Penyebab Hypophrenia
Walaupun orang yang mengalami Hypophrenia sering terlihat menangis dan merasa sedih tanpa sebab, tentu saja memiliki latar belakang sehingga mengalami hal tersebut. Otak menyimpan berbagai informasi dan ingatan, semua peristiwa yang kita alami mulai dari kecil sampai kita besar.
ADVERTISEMENT
Termasuk peristiwa duka atau yang membuat sedih di masa lalu seperti perasaan kehilangan yang sangat mendalam dan pengalaman yang pahit dan buruk di masa lalu bisa menjadi salah satu pemicunya. Pengalaman tersebut membuat seseorang memiliki kecemasan yang berlebihan. Pengalaman atau peristiwa yang menyedihkan tersebut tersimpan di pikiran bawah sadar.
Rangsangan audio atau visual yang memungkinkan untuk berkaitan dengan pengalaman buruk di masa lalu yang diingat oleh tubuh secara tidak sadar. Beberapa dari pengalaman atau peristiwa yang terjadi di masa lalu, kita tidak sadar peristiwa yang bisa diingat, tetapi tubuh kita bisa merasakan dan mengingatnya. Dan dari situlah rasa sedih itu bisa muncul.
Beberapa penyebab hyphophrenia adalah :
1. Rasa khawatir yang berlebihan
ADVERTISEMENT
Merasa cemas adalah hal yang wajar, namun jika berlebihan kecemasan bisa jadi salah satu penyebab hypophrenia. Orang yang merasa terlalu cemas biasanya tidak mau makan dan akan sulit tidur atau insomnia. Akibatnya tubuh jadi lemah san mudah kelelahan.
Hal tersebut menggangu fungsi otak dan mental, yang bisa menyebabkan seseorang menangis secara tiba-tiba. Menurut psikologi, kondisi hypophrenia yang dialami seseorang akibat faktor fisik akan mengganggu sistem neurologi yang disebut Pseudobulbar Affect (PBA).
2. Penyakit saraf atau kemunduran fungsi otak.
Menurut psikologi, kondisi hypophrenia yang dialami seseorang akibat faktor fisik akan mengganggu sistem neurologi yang disebut Pseudobulbar Affect (PBA). Orang-orang yang memiliki penyakit seperti stroke, dementia, alzheimer, dan parkinson lebih rentan mengalami kondisi ini karena ketidakmampuan mereka mengendalikan emosi mereka.
ADVERTISEMENT
Kematian sel-sel otak menyebabkan kemunduran fungsi otak yang bisa membuat lansia menderita gangguan hypophrenia dan bertingkah layaknya anak-anak yang marah atau kesal.
3. Pengaruh Hormon
Perubahan hormon umumnya dialami wanita. Memasuki masuk masa menstruasi dan menopause, wanita biasanya mengalami perubahan hormon yang mempengaruhi kondisi emosional seseorang. Ketika mengalami gangguan hormon karena kehamilan, pil Kb dan pasca melahirkan bisa memengaruhi keseimbangan hormon dan hypophrenia pun dapat terjadi.
Para pria juga bisa mengalami hypophrenia jika menggunakan obat-obatan tertentu, sebagai contoh sering meminum alkohol dan minuman keras lainnya.
4. Trauma Mendalam
Ketika seseorang pernah mengalami kenangan masa lalu yang pahit seperti kekerasan, pelecehan seksual, KDRT, Bullying, dan sebagainya. Pengalaman masa lalu yang seperti itu masih membekas dan bisa kapan saja kembali mengguncang jiwa. Selain itu, hypophrenia juga bisa disebabkan ketika kita mengalami duka yang mendalam. Ketika kita kehilangan seseorang yang kita cintai, dikhianati orang terdekat, dan lainnya bisa membuat kita menangis dan sedih tanpa sebab.
ADVERTISEMENT
Bahaya Hypophrenia
Hypohrenia jika dibiarkan saja akan menurunkan kesehatan jiwa dan pikiran penderitanya. Beberapa bahaya yang dapat terjadi bila hypophrenia terlalu lama tanpa penanganan ahli:
• Sulit berpikir jernih
• Selalu putus asa
• Keliru mengambil keputusan
• Selalu sensitif dan tidak bergairah
• Sulit berinteraksi
• Emosi tidak terkontrol
• Melakukan tindakan yang berbahaya, dll
Penangan Hypophrenia
Seseorang yang terkena hypophrenia harus mendapat penanganan yang tepat. Cara mengatasinya dengan mencurahkan semua isi pikiran dan perasaan yang dimiliki kepada orang terdekat yang bisa dipercaya dan ingin membantu. Karena berbagi salah satu cara ampuh meringankan kesedihan mendalam yang kita alami. Lalu berusahalah untuk menerima apa yang terjadi dan mencoba untuk tidak berpikiran terhadap hal tersebut dan untuk penanganan yang lebih tepat, berkonsultasilah kepada psikolog atau psikiater yang lebih mengerti akan hypophrenia untuk membantu mencari penyebab dan menemukan penanganannya.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020