Memperingati Hari Diabetes Sedunia Kemenkes Hadirkan 5 Pembicara

Pemuda yang hobinya motret, jalan-jalan, dan mencoba hal baru. Membagikan pengalamannya di media sosial. Jangan lupa follow FB/Twitter/IG: @DSenjaya89
Tulisan dari Dody Senjaya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada hari Jumat tanggal 15 November 2019 bertempat di Gedung Prof Sujudi Kementrian Kesehatan diselenggarakan acara untuk memperingati hari diabetes sedunia. Turut andil dalam acara ini yaitu Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Diabetes dikenal sebagai "Mother of Disease" dan termasuk dalam katagori penyakit tidak menular. Dalam kegiatan ini dihadirkan 5 narasumber, dengan topik pembicaraan berkaitan dengan penyakit diabetes. Berikut adalah 5 Narasumber beserta topik bahasannya
Dr. Cut Putri Arianie (Direktur P2PTM Kemenkes RI)
Dr Putri mengangkat tema Implentasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diabetes Miletus. Ada empat platform dalam menanggulangi penyakit tidak menular ini, termasuk penyakit diabetes yaitu,
Promosi kesehatan, memberikan edukasi dan informasi.
Deteksi dini, skrining oleh tenaga kesehatan yang berkompeten atau oleh diri sendiri.
Perlindungan khusus, perlindungan terhadap bahaya
Pengobatan, pengobatan di fasyankes sesuai standar
Dr Putri juga membagikan informasi tentang mengurangi penyakit tidak menular ini seperti bergerak atau melakukan aktifitas fisik, deteksi dini penyakit, tidak merokok dan meminum alkohol dan banyak lagi.
Prof. dr. Jose RL Batubara, PhD, SpA (K) (Divisi Endokrinologi Anak, FKUI - RSCM)
Pak Prof Jose mengangkat tema tentang Diabetes Miletus Tipe 1 pada Anak. Diabetes Miletus Tipe 1 ini adalah penyakit kronis yang tidak memproduksi inslin seumur hidup. Jenis diabetes ini sering sekali dijumpai oleh anak dan remaja. Gejalanyapun tidak timbul tiba-tiba dan memerlukan insulin seumur hidup. Diabetes Miletus Tipe 1 ini memiliki gejala,nsering kencing, sering dehidrasi, berat badan menurun,sering kesemutan dan kebal,luka sukar sembuh dan pandangan mata buram.
Diabetes tipe ini harus diketahui sejak dini agar tidak menyebabkan ketoasidosis diabetikum dimana dapat mengancam nyawa si pengidap. Dan biasanya sering ditemukan pada anak dibawah 20 tahun. Dalam sesi ini juga Prof Jose memberikan informasi tentang bagaimana cara memberikan insulin pada anak. Regimen (Split-mixed/konvensional, basal bolus, pompa insulin). Split-mixed (Diberikan dua kali sehari, sebelum makan pagi dan malam.
Dr. Fatimah Eliana Taufik, Sp.PD, KEMD (Dokter Penyakit Dalam Konsultan Endokrinologi)
Kali ini Dr Fatimah menerangkan tentang Peranan Upaya Promotif dan Preventif di tingkat individu dan keluarga dalam upaya mencegah diabetes.
Suharyati, SKM, MKM, RD (PERSAGI)
Ibu Suharyati mengangkat tema Gaya Hidup Sehat dengan Gizi Seimbang .
Dr. Michael Triangto , SpKO
Dr Michael memberikan kiat dan teknik peningkatan aktivitas fisik di tingkat individu dan keluarga.
