Konten dari Pengguna

Di Balik Kemudahan, Ada Kewaspadaan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dody Setiawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di warung kopi, pasar tradisional, pusat perbelanjaan, hingga pedagang kaki lima, pemandangan seseorang mengeluarkan telepon genggam lalu memindai kode QR kini menjadi hal yang biasa. Hanya dalam hitungan detik, transaksi selesai tanpa perlu menghitung uang kembalian atau membawa dompet tebal. Kehadiran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah mengubah cara masyarakat bertransaksi menjadi lebih cepat, praktis, dan efisien.

Sumber: BI
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: BI

Di balik kemudahan tersebut, QRIS juga menjadi simbol transformasi sistem pembayaran Indonesia. Satu kode QR dapat menerima pembayaran dari berbagai aplikasi perbankan maupun dompet digital sehingga memberikan kemudahan, baik bagi pembeli maupun pelaku usaha. Bagi pelaku UMKM, QRIS bahkan membuka peluang memperluas layanan pembayaran tanpa harus menyediakan banyak metode pembayaran yang berbeda.

Namun, sebagaimana teknologi lainnya, kemudahan selalu berjalan beriringan dengan tanggung jawab. Semakin tingginya penggunaan QRIS perlu diikuti dengan kesadaran untuk bertransaksi secara aman agar manfaat digitalisasi benar-benar dapat dirasakan tanpa menimbulkan risiko.

Bagi para merchant, keamanan transaksi dimulai dari hal-hal sederhana. Kode QR sebaiknya ditempatkan pada lokasi yang mudah diawasi agar tidak mudah diganti oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Melapisi kode QR dengan bahan pelindung seperti akrilik atau kaca juga penting untuk menjaga kualitas kode agar tetap dapat dipindai dengan baik. Merchant juga tidak disarankan meminjamkan kode QR kepada pihak lain karena dapat menimbulkan penyalahgunaan transaksi. Apabila kode QR mengalami kerusakan atau hilang, langkah terbaik adalah segera menghubungi penyelenggara atau acquirer untuk memperoleh penggantian resmi. Tak kalah penting, merchant perlu memahami alur pembayaran menggunakan QRIS sehingga dapat membantu pelanggan yang mengalami kendala, serta selalu memastikan notifikasi transaksi telah berhasil diterima sebelum menyerahkan barang atau jasa kepada pembeli.

Di sisi lain, pengguna QRIS juga memiliki peran yang sama pentingnya. Sebelum menyelesaikan pembayaran, pastikan nama merchant yang muncul pada aplikasi benar-benar sesuai dengan tempat tujuan transaksi. Perhatikan pula nominal pembayaran dan seluruh informasi yang ditampilkan pada layar. Jangan terburu-buru menekan tombol konfirmasi apabila terdapat informasi yang tidak sesuai atau terasa mencurigakan. Jika menemukan kejanggalan, lebih baik membatalkan transaksi dan mengonfirmasikannya langsung kepada merchant.

Pada akhirnya, keamanan transaksi digital bukan hanya tanggung jawab penyelenggara sistem pembayaran, melainkan menjadi tanggung jawab bersama antara merchant dan pengguna. QRIS telah menghadirkan kemudahan yang luar biasa dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kemudahan tersebut akan semakin bermakna apabila disertai dengan kewaspadaan. Sebab, satu kali pindai memang mampu menyelesaikan transaksi dalam hitungan detik, tetapi satu langkah teliti akan menjaga keamanan transaksi untuk waktu yang jauh lebih lama.