Memindai Masa Depan Tanpa Batas Negara

Pegawai Bank Indonesia yang aktif menulis tentang Pengelolaan Uang Rupiah dan sistem pembayaran, kebijakan, hingga isu isu ekonomi yang sedang hangat
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dody Setiawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dulu, bepergian ke luar negeri identik dengan menukar uang tunai, membawa kartu pembayaran internasional, atau menyiapkan berbagai biaya tambahan akibat konversi mata uang. Kini, cara masyarakat bertransaksi lintas negara mulai berubah. Indonesia memasuki babak baru sistem pembayaran digital melalui peluncuran QRIS Antarnegara dengan Tiongkok yang resmi terhubung mulai 30 April 2026.
Melalui konektivitas ini, masyarakat Indonesia dapat melakukan pembayaran langsung di Tiongkok hanya dengan memindai kode QR menggunakan aplikasi pembayaran digital dari Indonesia seperti wondr by BNI, GoPay, dan layanan pembayaran lainnya yang mendukung QRIS. Sistem secara otomatis mengonversi nilai transaksi sesuai kurs yang berlaku sehingga masyarakat tidak perlu lagi membawa banyak uang tunai maupun menukar mata uang secara manual.

Kehadiran QRIS Antarnegara menjadi langkah strategis di tengah eratnya hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok. Nilai perdagangan kedua negara yang mencapai sekitar 18 miliar dolar AS menunjukkan tingginya mobilitas bisnis, investasi, pariwisata, hingga pendidikan antara kedua negara. Dengan sistem pembayaran yang semakin terhubung, aktivitas ekonomi lintas negara menjadi jauh lebih praktis, cepat, dan efisien.
Tidak hanya bagi masyarakat Indonesia di Tiongkok, wisatawan asal Tiongkok yang datang ke Indonesia juga dapat melakukan pembayaran melalui sistem QR yang telah terintegrasi. Hal ini memperkuat ekosistem transaksi digital yang semakin inklusif dan saling terkoneksi di kawasan Asia.
Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia mulai menjadi pemain penting dalam ekonomi digital regional. QRIS yang awalnya hadir untuk menyatukan berbagai kode pembayaran domestik, kini berkembang menjadi sistem pembayaran lintas negara. Sebelum QRIS diterapkan, pedagang sering kali harus menyediakan banyak kode QR dari berbagai aplikasi pembayaran berbeda. Kini seluruh sistem tersebut terintegrasi dalam satu standar nasional yang lebih sederhana dan efisien.
Perkembangan QRIS di Indonesia sendiri menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa. Pada kuartal pertama tahun 2026, volume transaksi QRIS meningkat hingga 116,43 persen secara tahunan. Total transaksi tercatat mencapai sekitar 31 miliar transaksi dengan nilai mencapai Rp2.970 triliun. Jumlah pengguna QRIS kini telah mencapai 61,7 juta orang dengan lebih dari 44 juta merchant yang mayoritas berasal dari sektor UMKM.
Angka tersebut mencerminkan perubahan perilaku masyarakat yang semakin terbiasa melakukan transaksi non-tunai dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari membeli makanan di warung kecil, membayar transportasi, hingga transaksi di pusat perbelanjaan modern, QRIS telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat.
Keberhasilan QRIS juga memperlihatkan bagaimana teknologi dapat mendorong inklusi keuangan. Pelaku UMKM yang sebelumnya terbatas pada transaksi tunai kini memiliki akses lebih luas terhadap pembayaran digital yang praktis, aman, dan efisien. Bahkan, limit transaksi QRIS kini telah ditingkatkan hingga Rp20 juta per transaksi guna mendukung kebutuhan masyarakat dan dunia usaha yang semakin berkembang.
Selain Tiongkok, konektivitas QRIS sebelumnya juga telah terhubung dengan Singapura, Thailand, Malaysia, dan Korea Selatan. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya membangun koneksi sistem pembayaran kawasan, di mana transaksi antarnegara dapat dilakukan secara langsung hanya melalui pemindaian kode QR.
Namun di tengah pesatnya pertumbuhan transaksi digital, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan seperti QRIS palsu maupun phishing. Memastikan nama merchant sesuai dan menggunakan aplikasi resmi menjadi langkah penting agar transaksi tetap aman dan nyaman.
Pada akhirnya, QRIS Antarnegara bukan sekadar inovasi teknologi pembayaran. Lebih dari itu, ia menjadi simbol transformasi ekonomi digital Indonesia. Dari warung kecil hingga transaksi internasional, QRIS menunjukkan bahwa sistem pembayaran nasional kini mampu menembus batas negara dan membawa Indonesia semakin diperhitungkan di panggung ekonomi digital dunia.
