Konten dari Pengguna

Anak Dagang Siomay, Dompet Dhuafa Bantu Salurkan Kebaikan Bagi Habibie

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dompet Dhuafa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Habibie (11) nama anak itu. Harusnya dia belajar di bangku sekolah. Harusnya dia bermain bersama sebaya. Siang itu, dia justru ikut memikul beban ekonomi keluarga.
zoom-in-whitePerbesar
Habibie (11) nama anak itu. Harusnya dia belajar di bangku sekolah. Harusnya dia bermain bersama sebaya. Siang itu, dia justru ikut memikul beban ekonomi keluarga.

TANGERANG– Kawasan Bintaro Sektor 1, Tangerang Selatan, Banten, hiruk-pikuk polah warganya, Rabu (23/9). Di antara barisan pedagang kecil yang mengadu nasib di tepi jalan, anak laki-laki itu berdiri sigap di balik gerobak dagangannya, menanti dan menjajakan siomay dan batagor kepada pembeli yang melintas.

Habibie (11) nama anak itu. Harusnya dia belajar di bangku sekolah. Harusnya dia bermain bersama sebaya. Siang itu, dia justru ikut memikul beban ekonomi keluarga.

Habibie sejatinya terdaftar sebagai siswa di SDN 01 Gemulung Tonggoh, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Namun, demi hidup yang lebih baik, ia ikut merantau bersama keluarganya. Tinggal di kontrakan sempit kawasan Pondok Betung, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten.

Kisah kehidupan keluarga ini berubah tak sesuai rencana setelah ayah Habibie, Cuhardi (40), kesehatannya digerogoti kanker. Keterbatasan Cuhardi itu membuat jualan siomay yang selama ini menjadi satu-satunya tumpuan keluarga terancam gulung tikar. Tak ada pilihan lain, Habibie terpaksa memegang kemudi gerobak menggantikan sang ayah.

Kisah pilu Habibie pun menyita perhatian publik maka itu tim Program Layanan Mustahik (Lamusta) Dompet Dhuafa bergerak menyambangi Habibie.

Manager Layanan Dhuafa Dompet Dhuafa, Kamaludin, menyampaikan bahwa tim hadir untuk menyerahkan bantuan logistik darurat dari para donatur serta pendampingan kesehatan bagi sang ayah.

"Mudah-mudahan kehadiran lembaga membuat keluarga ini tidak merasa sendiri dalam perjuangannya," ujar Kamaludin.

Di balik racikan seporsi siomay yang Habibie jajakan setiap hari, tersimpan asa seorang anak yang ingin menang bertarung melawan takdir. Uluran tangan dan kepedulian bersama diharapkan mampu mewujudkan mimpi Habibie untuk kembali ke bangku sekolah dan ayahnya sehat. (DD)*