Angkat Wisata di Maluku, Dompet Dhuafa Resmikan Kampung Budaya Morella

Dompet Dhuafa Republika adalah lembaga nirlaba milik masyarakat indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa
Konten dari Pengguna
15 Januari 2022 12:04
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Dompet Dhuafa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Angkat Wisata di Maluku, Dompet Dhuafa Resmikan Kampung Budaya Morella (466878)
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu tarian tradisional, pelestarian budaya dapat mendongkrak wisata di Maluku. (Kamis, 13/1/2022). Dok Dompet Dhuafa
MALUKU TENGAH, MALUKU -- Berbicara tentang budaya di Indonesia sepertinya kita tidak bisa melupakan Provinsi Maluku yang memiliki berbagai macam negeri adat salah satunya Morella. Negeri yang penuh dengan kearifan lokal, sarat dengan tempat bersejarah, serta banyak situs peninggalan yang wajib untuk dijaga dan dirawat. Negeri tersebut memiliki banyak budaya dan adat istiadat yang tidak kalah dengan negeri lainnya Maluku, bahkan seluruh Indonesia.
ADVERTISEMENT
Memiliki semangat serupa, Dompet Dhuafa coba berperan aktif dalam melestarikan kekayaan budaya yang di miliki Negeri Morella melalui Program Serambi Budaya Dompet Dhuafa. Komitmen ini semakin ditegaskan dengan meluncurkan Kampung Budaya Morella, pada Kamis (13/1/2022) di Negeri Morella, Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, dengan mengundang berbagai stakeholder di Provinsi Maluku untuk melakukan KolaborAsi bersama.
Kegiatan ini diisi dengan berbagai pertunjukan tari-tarian tradisional seperti Tari Menhuai, Tari Reti, dan Tari Cakalele yang merupakan penggambaran perjuangan masyarakat Maluku dalam mengusir penjajah pada masa lalu. Selanjutnya, puncak dari kegiatan ini adalah pemukulan tifa alat musik tradisional Maluku oleh Ustadz Ahmad Sonhaji selaku Direktur Dakwah, Budaya & Pelayanan Masyarakat Dompet Dhuafa dan Gubernur Provinsi Maluku yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Politik Hukum dan Pemerintahan, Umar Alhabsy sebagai simbol diresmikannya Kampung Budaya Morella.
ADVERTISEMENT
"Kita paham bahwa Indonesia dipenuhi dengan berbagai macam kepulauan, lebih dari 13.000 pulau yang tersebar di seluruh Nusantara, masing-masing kepulauan memiliki adat-istiadat, karakter, budaya berbeda-beda. Semakin waktu berjalan, generasi saat ini sudah mulai kehilangan karakter dan jati diri budaya, inilah yang mendasari kenapa kami mengangkat tema Serambi Budaya dan mengangkat Kampung Budaya di Negeri Morella ini agar berbagai macam budaya, adat-istiadat, kebiasaan, seni, dan yang lainnya terus terjaga dan terpelihara serta dipahami oleh lintas generasi," ucap Ustaz Ahmad Shonhaji disela-sela acara.
Selanjutnya Shonhaji juga berharap apa yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa juga diperkuat dengan berbagai KolaborAksi dengan berbagai pihak agar tujuan dari pengembangan Serambi Budaya ini mampu direalisasikan di Kampung Budaya Morella ini.
ADVERTISEMENT
"Harapannya ini menjadi kontribusi untuk menjaga kekayaan budaya Nusantara yang kami lakukan. Kami mengajak semua multi-stakeholder, para mitra, korporasi, dinas terkait dan seluruh lapisan masyarakat untuk terlibat dalam pengembangan Serambi Budaya yang dilaksanakan oleh Dompet Dhuafa," ujar Ustaz Ahmad Shonhaji.
Sementara itu, Umar Alhabsy mengapresiasi program Serambi Budaya Dompet Dhuafa di Negeri Morella untuk membantu masyarakat Maluku sebagai bagian dari upaya untuk melestarikan seni budaya. Menurutnya, sebagai masyarakat yang mendiami sebuah Provinsi Kepulauan yang sangat luas di Indonesia, sudah seharusnya masyarakat bangga bahwa daerah ini kaya akan aneka seni dan budaya yang sangat unik serta beragam.
"Hal ini merupakan berkah, sehingga seni budaya Maluku yang kita wariskan saat ini merupakan simbol dari keragaman budaya yang telah menciptakan identitas dan karakter Masyarakat Maluku dari masa ke masa, dengan begitu akan terbentuk generasi muda Maluku yang berkarakter dan memiliki kepribadian yang teruji," ujar Umar.
ADVERTISEMENT
Masyarakat Morella sangat menyambut baik adanya program Serambi Budaya di tempat mereka. Hal ini menjadi kesempatan bagi masyarakat Negeri Morella untuk kembali menggali adat-istiadat serta budaya yang hampir tertutup dengan adanya modernisasi. Masyarakat ingin budaya Negeri Morella mampu dikenal sampai di kancah Internasional sebagai salah satu budaya kekayaan Indonesia.
"Memang betul kami di Negeri Morella banyak hal ihwal tentang adat-istiadat yang perlu dikaji kembali dan dokumentasikan serta disebar luaskan di tingkat Nasional maupun tingkat Internasional. Harapan kami kegiatan ini terus berlanjut dengan baik dan saya sebagai Raja Negeri Morella kepala pemerintah Negeri Morella mengucapkan banyak terima kasih yang sangat besar kepada Dompet Dhuafa karena telah bekerja sama dengan negeri kami. Kami ingin supaya Negeri Morella kami terkenal di luar sana di kancah Nasional dan Internasional," tutur Fadlil Sialana selaku Raja Negeri Morella.
ADVERTISEMENT
Program ini akan dikelola oleh masyarakat Negeri Morella dan mendapatkan pendampingan intensif dari Dompet Dhuafa Maluku. Melalui Kampung Budaya Morella, segala bentuk kekayaan budaya serta keragamannya akan dirawat dan dilestarikan agar tidak punah dan terlupakan begitu saja. Budaya kekayaan yang dimiliki tanah Maluku memang tidak ada habisnya, Negeri Morella hanya satu dari sekian banyak anugerah kekayaan budaya yang dimiliki.
"Kami lihat program ini ternyata ada sesuatu hal yang harus kita naikkan yaitu bagaimana pengembangan budaya Maluku ini harus diangkat ke permukaan. Banyak khasanah budaya Maluku yang tidak terangkat ke permukaan, banyak budaya-budaya yang sudah hilang, banyak tradisi-tradisi masyarakat yang sudah mulai punah. Dengan adanya program Serambi Budaya ini harapan ke depannya budaya masyarakat kita bisa terangkat kembali ke permukaan, kita bisa kenalkan ke khalayak luas baik di tingkat provinsi, tingkat nasional, bahkan mungkin tingkat internasional," jelas La Jainuri selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Maluku. (DD)*
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020