Belum Tersentuh Bantuan, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan di Dusun Bawang Merah

Dompet Dhuafa Republika adalah lembaga nirlaba milik masyarakat indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Dompet Dhuafa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

MANGGARAI, NTT– Dompet Dhuafa terus berupaya melanjutkan respons kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan logistik kepada para penyintas yang terdampak. Hingga kini (Rabu, 26/08), Dompet Dhuafa, melalui Disaster Management Center (DMC), telah menyalurkan bantuan logistik berupa paket sembako di Dusun Bawang Merah, Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lambaleda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Proses pendistribusian paket logistik dilakukan dengan memusatkan penyaluran bantuan di satu titik. Melalui titik distribusi tersebut, bantuan turut menjangkau warga di wilayah Jongkoe dan Batu Hedok, Dusun Bawang Merah, Kecamatan Lambaleda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT.
Menurut Barqu Sudjai, Tim Respons DMC Dompet Dhuafa, kedua wilayah itu menjadi perhatian khusus. Hingga bantuan disalurkan, masyarakat di sana dilaporkan belum banyak tersentuh bantuan kemanusiaan pascagempa. Penyebabnya, lokasi tersebut berada di wilayah perbukitan yang sulit dijangkau.
“Ini daerah yang belum tersentuh bantuan, mengingat lokasinya berada di perbukitan dengan jalan menanjak dan terpencil. Makanya, kami distribusikan logistik ke sini. Dusun Bawang Merah juga sebelumnya menjadi lokasi evakuasi warga yang dirujuk ke rumah sakit lebih besar menggunakan helikopter,” kata Barqu.
Kurang lebih 100 warga tercatat sebagai penerima manfaat bantuan ini, guna membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka selama masa tanggap darurat.
Selain distribusi bantuan logistik, Dompet Dhuafa, melalui Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC), turut menghadirkan layanan kesehatan di Dusun Bawang Merah. Hingga hari keenam, gempa susulan masih terus terjadi di wilayah tersebut.
Kondisi tersebut kembali memicu trauma di tengah para pengungsi. Sejumlah warga dilaporkan mengalami syok dan histeris ketika merasakan guncangan susulan, sehingga membutuhkan penanganan dan pendampingan dari tim kesehatan di lokasi.
Tim LKC menyambangi lokasi pengungsian untuk memantau kondisi kesehatan para penyintas, sekaligus memberikan penanganan medis.
Dari data yang sudah dihimpun per 26 agustus 2026, jumlah pengungsi sebanyak 179,037 jiwa, penyintas luka-luka sebanyak 1,678 jiwa, sementara meninggal mencapai 105 jiwa. Rumah rusak sebanyak 81,436 unit, sekolah rusak mencapai 1,378 unit, fasilitas kesehatan sebanyak 216 unit. Sebanyak 4 pasar terdampak dan kantor rusak capai 498 unit. Dompet Dhuafa telah melayani 10.207 jiwa, dari permakanan mencapai 4,367 jiwa, logistik food mencapai 1,549 jiwa, layanan kesehatan mencapai 1,463 jiwa, sisir SAR dan evakuasi capai 153 jiwa, kebutuhan balita mencapai 50 jiwa, layanan pendidikan mencapai 345 jiwa dan psikososial capai 507 jiwa.
