Dompet Dhuafa Kecam Penangkapan dan Penyanderaan Aktivis Sumud Flotilla

Dompet Dhuafa Republika adalah lembaga nirlaba milik masyarakat indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Dompet Dhuafa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

JAKARTA– - Melalui pesan singkat, Ahmad Juwaini selaku Ketua Pengurus Dompet Dhuafa pada Kamis, 2/10/2025, menyatakan sikap lembaga atas peristiwa penangkapan, penahanan aktivis dan kapal Sumud Flotilla. Mengingat kapal tersebut membawa bantuan bagi masyarakat Gaza, Palestina. Dompet Dhuafa berharap dunia Internasional segera bertindak.
"Kami mengecam atas penangkapan para aktivis dan penyitaan kapal Sumud Flotilla yang dilakukan oleh kelompok militer Israel (IDF). Karena ini adalah gerakan kemanusiaan," tegas Ahmad Juwaini.
Ahmad Juwaini menambahkan, Dompet Dhuafa mendorong kepada Pemerintah Indonesia dan negara-negara di dunia maupun badan-badan internasional terkait segera melakukan diplomasi atau berbagai cara lain agar para aktivis dapat terus melanjutkan aksi kemanusiaan bagi rakyat Palestina. Terutama dalam mengirimkan bantuan kebutuhan dasar untuk masyarakat Palestina. Selama ini sudah lama diblokade, maka para aktivis mengirimkan bantuan Internasional melalui jalur laut.
Maka, harapannya bantuan kemanusiaan dapat disalurkan secepatnya untuk menolong masyarakat di Palestina. Hingga kini terdapat 8 warga Malaysia yang ditahan oleh pihak keamanan Israel. Kedelapan warga Malaysia tergabung dalam IGPC, yaitu gerakan kemanusiaan yang dikoordinir oleh Sumud Nusantara. IGPC-Sumud Nusantara sendiri merupakan bagian dari Global Sumud Flotilla, gerakan kemanusiaan dunia yang terdiri dari 44 negara dengan mengerahkan 72 armada kapal untuk menembus blokade Israel di Gaza. (DD)*
