Konten dari Pengguna

Korban Berjatuhan di Gaza Utara, Ambulans Dompet Dhuafa Terus Evakuasi

Dompet Dhuafa
Dompet Dhuafa Republika adalah lembaga nirlaba milik masyarakat indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa
25 Agustus 2025 16:53 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Korban Berjatuhan di Gaza Utara, Ambulans Dompet Dhuafa Terus Evakuasi
Korban Berjatuhan di Gaza Utara, Ambulans Dompet Dhuafa Terus Evakuasi
Dompet Dhuafa
Tulisan dari Dompet Dhuafa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Seorang relawan mitra kemanusiaan Dompet Dhuafa di Palestina menggambarkan sikap tegar mereka. Melalui video singkat yang dikirimkan kepada Dompet Dhuafa hingga Jumat lalu (22/08/2025),
zoom-in-whitePerbesar
Seorang relawan mitra kemanusiaan Dompet Dhuafa di Palestina menggambarkan sikap tegar mereka. Melalui video singkat yang dikirimkan kepada Dompet Dhuafa hingga Jumat lalu (22/08/2025),
ADVERTISEMENT
PALESTINA (25 Agustus 2025) – Seorang relawan mitra kemanusiaan Dompet Dhuafa di Palestina menggambarkan sikap tegar mereka. Melalui video singkat yang dikirimkan kepada Dompet Dhuafa hingga Jumat lalu (22/08/2025), ia mengatakan, “Semalam, sebuah tenda dibom, tiga anak, ibu, dan ayah mereka tewas. Pagi harinya, sebuah sekolah di Abu Iskandar Sheikh Radwan dibantai. Sekitar 12 syahid dan 40 luka-luka. Ambulans Dompet Dhuafa turun untuk evakuasi.”
ADVERTISEMENT
Jalur Gaza, khususnya di wilayah utara, berada di ambang krisis kemanusiaan yang luar biasa parah. Ancaman pendudukan penuh oleh Zionis Israel mendorong situasi ke titik kritis. Di tengah kondisi ini, layanan ambulans dari Dompet Dhuafa tetap aktif setiap hari untuk mengevakuasi korban, baik yang terluka maupun yang meninggal.
Fasilitas kesehatan di Gaza, seperti Hamad Hospital, Al-Shifa, rumah sakit lapangan di Al-Saraya, Baptist Hospital, dan Al-Quds Hospital di Tel Al-Hawa, hampir mencapai titik kolaps. Menumpuknya korban dan keterbatasan ruang menjadikan evakuasi semakin mendesak dan berbahaya.
Fasilitas kesehatan di Gaza, seperti Hamad Hospital, Al-Shifa, rumah sakit lapangan di Al-Saraya, Baptist Hospital, dan Al-Quds Hospital di Tel Al-Hawa, hampir mencapai titik kolaps. Menumpuknya korban dan keterbatasan ruang menjadikan evakuasi semakin mendesak dan berbahaya.
Relawan itu kemudian menyampaikan terima kasih mendalam kepada masyarakat Indonesia atas kendaraan ambulans yang telah banyak menyelamatkan nyawa. Kepercayaan masyarakat Indonesia nyata hadir dan aktif setiap saat kepada masyarakat Gaza yang dilanda nestapa.
ADVERTISEMENT
“Terima kasih Dompet Dhuafa, kendaraan ambulans ini benar-benar menyelamatkan nyawa. Kepercayaan Anda nyata hadir dan aktif setiap saat. Salam dari hati Gaza yang dilanda nestapa, untuk pimpinan dan masyarakat Indonesia yang selalu mendukung,” lanjutnya.
Sementara itu, Yeni Purnamasari, Koordinator Respon Kemanusiaan Palestina Dompet Dhuafa, menegaskan urgensi operasi ambulans tersebut. Ia menegaskan bahwa Dompet Dhuafa akan terus hadir bagi masyarakat Palestina yang kini tengah dilanda kekerasan kemanusiaan. Ambulans ini adalah salah satu bentuk nyata kehadiran masyarakat Indonesia.
“Ambulans Dompet Dhuafa terus bekerja menyelamatkan nyawa. Di tengah dentuman bom dan ancaman kematian, para relawan tetap menjemput korban hingga ke titik paling berbahaya. Ini sebagai wujud kepedulian masyarakat Indonesia untuk terus hadir di Gaza,” ucapnya.
ADVERTISEMENT
Yeni menambahkan, ancaman pendudukan penuh hanya akan memperparah kondisi distribusi bantuan. Ia khawatir, ini akan menutup akses bantuan lebih luas. Kehadiran ambulans dan dukungan dari masyarakat Indonesia menjadi vital agar harapan hidup tetap ada.
Situasi saat ini menunjukkan angka korban yang mengerikan. Menurut data Gaza Health Ministry (hingga Juni–Juli 2025), lebih dari 60.000 warga Palestina telah tewas, dan korban luka lebih dari 146.000 jiwa.
Sementara itu, Studi independen (Nature, 27 Juni 2025) memperkirakan jumlah korban tewas mencapai 84.000 jiwa antara Oktober 2023 hingga awal Januari 2025, dengan mayoritas korban dari kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lansia. (https://www.nature.com/)
Angka-angka ini memperlihatkan bahwa konflik telah menyebabkan penderitaan yang meluas, dengan dampak mendalam bagi masyarakat sipil, termasuk ribuan anak yatim, ibu yang kehilangan keluarga, serta warga yang terluka parah.
ADVERTISEMENT