Peduli Kasus Stunting, LPM Dompet Dhuafa Bagikan 119 Paket Gizi melalui Darling

Dompet Dhuafa Republika adalah lembaga nirlaba milik masyarakat indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa
Konten dari Pengguna
28 Oktober 2022 11:37
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Dompet Dhuafa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa menggelar aksi sosial berupa pembagian 119 Paket Gizi Stunting. Ratusan paket bahan baku tersebut diberikan kepada warga Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta, pada Selasa kemarin (25/10/2022). Selain itu, LPM juga mengadakan sebuah penyuluhan dan sosialisasi tentang hidup sehat
zoom-in-whitePerbesar
Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa menggelar aksi sosial berupa pembagian 119 Paket Gizi Stunting. Ratusan paket bahan baku tersebut diberikan kepada warga Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta, pada Selasa kemarin (25/10/2022). Selain itu, LPM juga mengadakan sebuah penyuluhan dan sosialisasi tentang hidup sehat
ADVERTISEMENT
JAKARTA— Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa menggelar aksi sosial berupa pembagian 119 Paket Gizi Stunting. Ratusan paket bahan baku tersebut diberikan kepada warga Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta, pada Selasa kemarin (25/10/2022). Selain itu, LPM juga mengadakan sebuah penyuluhan dan sosialisasi tentang hidup sehat.
ADVERTISEMENT
Hadir pada acara ini, Kepala LPM Dompet Dhuafa M. Noor Awaluddin Asjhar, Kepala Camat Kepulauan Seribu Utara Ismail S.I.P., Kepala Satuan Pelayanan Unit Kesehatan Masyarakat Puskesmas Kepulauan Seribu Utara Ratu Juwita, S.K.M., perwakilan Puskesmas setempat M Priagung, S.K.M., serta tokoh-tokoh masyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan Sosialisasi Hidup Sehat bertema "Bahaya Stunting dan Penanggulangannya" Setelah itu, tim LPM memberikan 119 paket gizi kepada 43 orang balita dan 67 orang ibu hamil.
Dalam sambutannya, Noor Awaluddin Asjhar mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program Dapur Keliling (Darling) yang sudah berlangsung di berbagai tempat. Darling menjadi salah satu program sosial yang dicanangkan oleh Dompet Dhuafa untuk menyediakan kesediaan pangan bagi masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, LPM menggandeng Puskesmas Kepulauan Seribu Utara dan pemerintah setempat untuk menjalankan program ini.
ADVERTISEMENT
Perhatian Dompet Dhuafa terhadap kesehatan mencakup seluruh segmen masyarakat, dari balita hingga lansia. Kepada masyarakat Kelurahan Pulau Kelapa, khususnya para ibu, Awal menegaskan bahwa anak-anak merupakan generasi penerus bangsa. Oleh itu, sejak dini mereka sudah harus menjadi anak-anak yang sehat serta dan kuat. Ita
"Ibu-ibu yang paling banyak bersentuhan dan mengetahui perkembangan dan pendidikan anak, harus memahami kebutuhan anaknya," tuturnya.
Terhadap kegiatan sosial ini, Kepala Camat Kepulauan Seribu Utara Ismail S.I.P. memberikan apresiasi yang begitu tinggi. Menurutnya, sehat itu memang mahal. Maka itu, adanya kegiatan ini sangat berharga bagi masyarakat. Selain sosialisasi untuk hidup sehat, pembagian paket gizi akan menjadi stimulus bagi warga untuk berupaya mengkonsumsi makanan-makanan yang bergizi dan sehat.
ADVERTISEMENT
“Hidup sehat itu mahal. Karena itu, kami sangat senang dengan adanya program gizi bagi penyintas stunting serta sosialisasi hidup sehat yang diadakan oleh Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa, ” ujarnya.
Di samping itu, seusai acara, Kepala Satuan Pelayanan Unit Kesehatan Masyarakat Puskesmas Kepulauan Seribu Utara Ratu Juwita, S.K.M. mengatakan, dirinya sangat menyambut baik sinergi yang dilakukan LPM Dompet Dhuafa. “Kami harap sinergi baik ini terus berkelanjutan," ucapnya.
Bertindak sebagai penyuluh sosialisasi hidup sehat pada acara ini, M Priagung, S.K.M. selaku tim dari puskesmas mengungkapkan, stunting memiliki dampak jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendeknya dapat mempengaruhi situasi gagal tumbuh, baik tinggi maupun berat badan yang tidak sesuai. Selain itu juga dapat berdampak pada pertumbuhan, pergerakan motorik dan metabolisme yang tidak sesuai. Kemudian jangka panjang adalah turunnya pemahaman intelektual. (DD)*
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020