news-card-video
30 Ramadhan 1446 HMinggu, 30 Maret 2025
Jakarta
chevron-down
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten dari Pengguna

Diplomat Mom: Mengayuh di antara Keluarga dan Tugas Negara

Dona Sherena
Ibu Pekerja dengan 2 anak. Peserta Sesdilu 78.
27 Maret 2025 7:36 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Dona Sherena tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Penulis bersama Menlu Retno Marsudi, sosok Diplomat Mom yang berhasil berperan ganda mengayuh di antara keluarga dan tugas negara (Saat wawancara edisi Kartini tahun 2017): Koleksi Foto Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Penulis bersama Menlu Retno Marsudi, sosok Diplomat Mom yang berhasil berperan ganda mengayuh di antara keluarga dan tugas negara (Saat wawancara edisi Kartini tahun 2017): Koleksi Foto Pribadi

Perempuan yang berprofesi diplomat, menghadapi banyak tantangan untuk berperan multitasking menjadi istri, ibu, dan wakil negara. Dengan tantangan tersebut, apa mungkin diplomat perempuan dapat berhasil mengayuh di antara keluarga dan tugas negara?

ADVERTISEMENT
Tugas Diplomat yang dianggap sebagai pekerjaan laki-laki sudah menjadi opini yang obsolete. Saat ini, 41% dari diplomat Indonesia adalah Perempuan. Ini berarti banyak tangan perempuan yang terlibat di dunia diplomasi, memajukan hubungan dan politik luar negeri Indonesia.
ADVERTISEMENT
Berkaca kepada pengalaman Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menlu Perempuan Pertama Indonesia yang berhasil menyeimbangkan tugasnya sebagai seorang istri, ibu dan Menlu maka tidak ada yang tidak mungkin bagi diplomat perempuan memainkan peran ganda untuk keluarga dan tugas negara.
Menlu Retno RI menghabiskan waktu bersama keluarga: Instagram @retno_marsudi
Peran tersebut dapat berjalan dengan baik didukung support system di kantor dan rumah. Dukungan apa saja yang dibutuhkan oleh diplomat perempuan yang juga seorang ibu (diplomat mom)?
Infrastruktur Kantor Ramah Ibu dan Anak
1. Ruang Laktasi
Keberadaan ruang laktasi di kantor sangat membantu diplomat mom yang sedang meng-ASI-hi. Ruang laktasi ini dapat digunakan untuk direct breasfeeding ketika anak ikut ke kantor atau pumping.
2. Day Care
Day Care di kantor bisa menghilangkan kekhawatiran diplomat mom karena anaknya dapat terus dipantau. Selain itu, anak juga bisa meningkatkan social skill dengan bermain bersama teman sebaya.
ADVERTISEMENT
3. Toilet khusus Anak dan Bayi
Jika ada toilet khusus anak dan bayi di kantor, anak dapat lebih nyaman untuk buang air kecil/besar atau bisa digunakan sekedar untuk mengganti popok.
4. Jalur stroller
Jalur khusus stroller akan sangat membantu agar stroller bisa melintas dengan mudah karena kalau melalui tangga akan sulit.
5. Fasilitas Kesehatan
Fasilitas kesehatan bisa digunakan untuk pemeriksaan kesehatan baik secara fisik ataupun psikologis sehingga bisa men sana in corpore sano.
6. Fasilitas Sekolah
Boleh dong ya bermimpi siapa tahu suatu saat Kemlu punya sendiri sekolah untuk anak-anak sehingga pencarian sekolah menjadi mudah.
Dukungan Atasan dan Rekan Kerja
Kadang diplomat mom harus izin karena anak sakit atau keperluan sekolah. Dukungan dari atasan, rekan kerja dan mekanisme kerja Work from Anywhere (WFA) sangat membantu penyelesaian tugas.
ADVERTISEMENT
Equality and Equity
Peran kantor untuk tetap memberikan kesempatan yang sama dan kesetaraan agar diplomat perempuan dapat menjadi pemimpin sangatlah penting. Banyak diplomat Perempuan yang kemampuannya tidak diragukan lagi di dunia perdiplomasian.
Menlu Retno Marsudi ketika menjalankan tugasnya menjadi Special Envoy on Water: Instagram @retno_marsudi
Dukungan keluarga
Mutasi penugasan yang cepat mengakibatkan anak harus berpindah-pindah sekolah, suami harus cuti atau bahkan keluar dari pekerjaan, atau bisa jadi perlu Long Distance Relationship (LDR) dengan suami atau anak. Kesabaran, saling memahami, saling mendukung untuk berbagi peran, dan komunikasi adalah kunci keutuhan keluarga.
Dengan dukungan-dukungan di atas, siapa tahu di masa mendatang banyak diplomat mom yang bisa menjadi seperti Menlu Retno Marsudi.