Konten dari Pengguna

Diplomat Mom: Mengayuh di antara Keluarga dan Tugas Negara

Dona Sherena

Dona Sherena

Ibu Pekerja dengan 2 anak. Peserta Sesdilu 78.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dona Sherena tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penulis bersama Menlu Retno Marsudi, sosok Diplomat Mom yang berhasil berperan ganda mengayuh di antara keluarga dan tugas negara (Saat wawancara edisi Kartini tahun 2017): Koleksi Foto Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Penulis bersama Menlu Retno Marsudi, sosok Diplomat Mom yang berhasil berperan ganda mengayuh di antara keluarga dan tugas negara (Saat wawancara edisi Kartini tahun 2017): Koleksi Foto Pribadi

Perempuan yang berprofesi diplomat, menghadapi banyak tantangan untuk berperan multitasking menjadi istri, ibu, dan wakil negara. Dengan tantangan tersebut, apa mungkin diplomat perempuan dapat berhasil mengayuh di antara keluarga dan tugas negara?

Tugas Diplomat yang dianggap sebagai pekerjaan laki-laki sudah menjadi opini yang obsolete. Saat ini, 41% dari diplomat Indonesia adalah Perempuan. Ini berarti banyak tangan perempuan yang terlibat di dunia diplomasi, memajukan hubungan dan politik luar negeri Indonesia.

Berkaca kepada pengalaman Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menlu Perempuan Pertama Indonesia yang berhasil menyeimbangkan tugasnya sebagai seorang istri, ibu dan Menlu maka tidak ada yang tidak mungkin bagi diplomat perempuan memainkan peran ganda untuk keluarga dan tugas negara.

Menlu Retno RI menghabiskan waktu bersama keluarga: Instagram @retno_marsudi

Peran tersebut dapat berjalan dengan baik didukung support system di kantor dan rumah. Dukungan apa saja yang dibutuhkan oleh diplomat perempuan yang juga seorang ibu (diplomat mom)?

Infrastruktur Kantor Ramah Ibu dan Anak

1. Ruang Laktasi

Keberadaan ruang laktasi di kantor sangat membantu diplomat mom yang sedang meng-ASI-hi. Ruang laktasi ini dapat digunakan untuk direct breasfeeding ketika anak ikut ke kantor atau pumping.

2. Day Care

Day Care di kantor bisa menghilangkan kekhawatiran diplomat mom karena anaknya dapat terus dipantau. Selain itu, anak juga bisa meningkatkan social skill dengan bermain bersama teman sebaya.

3. Toilet khusus Anak dan Bayi

Jika ada toilet khusus anak dan bayi di kantor, anak dapat lebih nyaman untuk buang air kecil/besar atau bisa digunakan sekedar untuk mengganti popok.

4. Jalur stroller

Jalur khusus stroller akan sangat membantu agar stroller bisa melintas dengan mudah karena kalau melalui tangga akan sulit.

5. Fasilitas Kesehatan

Fasilitas kesehatan bisa digunakan untuk pemeriksaan kesehatan baik secara fisik ataupun psikologis sehingga bisa men sana in corpore sano.

6. Fasilitas Sekolah

Boleh dong ya bermimpi siapa tahu suatu saat Kemlu punya sendiri sekolah untuk anak-anak sehingga pencarian sekolah menjadi mudah.

Dukungan Atasan dan Rekan Kerja

Kadang diplomat mom harus izin karena anak sakit atau keperluan sekolah. Dukungan dari atasan, rekan kerja dan mekanisme kerja Work from Anywhere (WFA) sangat membantu penyelesaian tugas.

Equality and Equity

Peran kantor untuk tetap memberikan kesempatan yang sama dan kesetaraan agar diplomat perempuan dapat menjadi pemimpin sangatlah penting. Banyak diplomat Perempuan yang kemampuannya tidak diragukan lagi di dunia perdiplomasian.

Menlu Retno Marsudi ketika menjalankan tugasnya menjadi Special Envoy on Water: Instagram @retno_marsudi

Dukungan keluarga

Mutasi penugasan yang cepat mengakibatkan anak harus berpindah-pindah sekolah, suami harus cuti atau bahkan keluar dari pekerjaan, atau bisa jadi perlu Long Distance Relationship (LDR) dengan suami atau anak. Kesabaran, saling memahami, saling mendukung untuk berbagi peran, dan komunikasi adalah kunci keutuhan keluarga.

Dengan dukungan-dukungan di atas, siapa tahu di masa mendatang banyak diplomat mom yang bisa menjadi seperti Menlu Retno Marsudi.