Manusia

Arek Malang Indonesia
Tulisan dari Donny Kurniawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Saya percaya bahwa setiap manusia bisa merasakan keselamatan. Selamat nyawanya, selamat harga dirinya, selamat keluarganya, selamat martabat dan hartanya. Dan saya percaya lingkungan yang selamat, membuat manusia bisa menghasilkan karya yang luar biasa. Setiap permasalahan di dunia ini terjadi akibat tidak berhasilnya setiap manusia mendalami dan mengetahui pasti apa itu manusia, seperti apa kita, dan bagaimana kita sebenarnya. Setiap agama dan kitab sucinya, tidak lain dan tidak bukan adalah sebuah pelajaran, cerita, dan kisah-kisah mengenai manusia. Jadi menurut saya manusia adalah komponen utama dalam setiap ilmu pengetahuan di dunia ini.
Setiap ilmu pengetahuan, setiap hasil karya dan produk yang dihasilkan di dunia ini adalah hasil dari manusia. Saya percaya, standar kualitas yang mereka hasilkan berbanding lurus dengan kualitas manusia-manusianya. Dewasa ini, seringkali kita terlalu fokus kepada objek hasil karyanya, dan seringkali lupa manusia yang menghasilkan karya tersebut. Dan dalam ilmu biologi sederhana, manusia adalah “hewan” yang memiliki akal, dan memiliki metode interaksi yang berbeda dengan “hewan” lainnya. Kalau hewan berinteraksi dengan mendahulukan insting bertahan hidup jasmaniahnya, manusia berinteraksi dengan dengan mendahulukan akal dan hatinya, baru jasmaniahnya. Tidak ada kita temukan manusia yang nyuri makanan, dan kita serta merta “ah biasa, namanya orang cari makan”, tidak. Tetapi manusia pasti mengedepankan nilai-nilai, produk dari akal dan hatinya terlebih dahulu.
Kita tidak pernah protes dengan hasil penciptaan Tuhan, bahkan seringkali kita mengaguminya, tetapi kita tidak selalu menerima semua hasil penciptaan manusia. Ketidak selarasan itu yang seringkali menjadikan manusia terpecah belah. Karena kita selalu fokus kepada hasil karyanya, bukan fokus kepada manusianya. Kenapa dia menghasilkan karya itu, bagaimana pribadinya, apa latar belakang hidupnya, bagaimana ayah dan ibunya, seperti apa lingkungan kehidupannya, sudah bereskah masa kecilnya, dan lain sebagainya.
Fokus ke manusianya, maka kita akan sangat mengerti setiap permasalahan yang ada di dunia ini.
Satu-satunya cara agar kita bisa mengerti manusia, adalah dengan menngenal manusia baik secara kuantitas dan secara kualitas. Beberapa bekal keluarga kami yang perlu dimiliki adalah:
1. Kekuatan dan keteguhan iman.
2. Sejarah tentang manusia, baik dari segi ras, suku, dan agama
3. Manusia lebih bisa menerima satu dengan lainnya adalah karena mereka merasa memiliki banyak persamaan. Dan salah satu hal terkuat adalah bahasa. Mulai belajar banyak bahasa. Dan tidak kalah pentingnya bahasa internasional Inggris, minimal ada satu cara untuk bisa berinteraksi jika kita belum mengenal bahasa asli mereka.
4. Pelajaran dan ilmu tentang fitrah manusia.
5. Pelatihan mentalitas keluarga, agar tidak takut mengenal banyak orang, dan menerima semua manusia yang hadir ke lingkungan kita.
6. Pondasi ekonomi yang kuat agar semua permasalahan ekonomi keluarga sudah tidak mempengaruhi langkah dan tujuan hidup kita.
