Konten dari Pengguna

Cerpen: Kebun Mawar Ajaib

Donny Syofyan

Donny Syofyan

Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Donny Syofyan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Sumber Foto: Shutterstock

Maude dan Jerome Metz adalah suami dan istri pensiunan yang tinggal di St. Petersburg, Florida. Putra mereka Freddie tinggal di Minnesota bersama istrinya Doris, dan dua anaknya, yakni seorang bocah lelaki bernama Danny, dan seorang bayi bernama Dora.

Ketika Maude dan Jerome menari di kebun mawar di belakang rumah mereka, Maude tiba-tiba mendapatkan bayangan tentang Freddie. Dia meminta Jerome untuk menelepon dan menasihatinya agar tidak menjalani investasi keuangan yang diklaim Maude akan membuat Freddie bangkrut. Gambaran itu membuat Maude sakit kepala yang luar biasa, dan tubuhnya melemah. Jerome lalu menelepon Freddy.

Jerome: Jangan lakukan itu, Freddie. Jangan lakukan itu.

Freddie: Tenang. Apa yang Ayah bicarakan?

Jerome: Kamu tahu apa yang aku bicarakan. Kesepakatan bisnis.

Freddie: Bagaimana Ayah tahu tentang itu? Tidak ada orang yang tahu. Aku bahkan belum memberi tahu Doris tentang hal itu.

Jerome: Ibumu dan aku tahu semua tentang itu. Kami melihatnya.

Freddie: Ini peluang yang sangat besar, Ayah. Aku tidak akan membabi buta mencoba apa pun aku tanpa paham. Aku akan mengeceknya kembali, oke? Jangan khawatir. Tunggu sebentar. Apa maksud Ayah melihatnya? Apa yang Ayah bicarakan?

Jerome: Ini tentang kebun mawar kita, Freddie.

Beberapa hari kemudian menantu mereka Doris di Minnesota sedang bersiap untuk menyuapi Dora. Sebetulnya ini hanyalah aktivitas sehari-hari yang biasa saja. Dora biasanya makan siang sekitar pukul 1. Ketika tengah bersiap untuk memberi makan Dora, Doris sedikit terganggu oleh ketukan di pintu. Doris meminta Danny menjaga adiknya sementara dia membuka pintu dan menerima paket dari seorang kurir. Danny tidak sengaja memecahkan gelas.

Maude yang saat itu tengah bekerja di kebun mawarnya kembali pusing dan mendapatkan bayangan bahwa bayi Doris dalam bahaya. Dia meminta Jerome menelepon Doris untuk berhenti menyuapkan makanan kepada bayinya.

[Telepon berdering]

Doris: Halo.

Jerome: Buang makanan anakmu sekarang.

Doris: Ayah, aku tidak bisa mendengarmu. Bayiku lagi menangis.

Jerome: Jangan memberi makan bayimu.

Dorry: Aku tidak bisa mendengarmu Ayah. Anakku lagi menangis. Tunggu sebentar, oke? Aku suap dulu makanan ini.

Jerome: Tidak, Doris, berhenti. Jangan memberi makan bayimu.

Dorry: Ayah, apa yang kamu bicarakan?

Jerome: Ada pecahan kaca di makanan bayi!

Setelah dicek, Dorry menemukan pecahan kaca persis di sendok berisi makanan yang hendak disuapkannya kepada bayinya. Dokter tidak dapat menemukan penjelasan logis atas keadaan Maude yang kian memburuk, tetapi sang dokter menduga ini ada hubungannya dengan kebun mawar.

Dia meminta Jerome untuk menghancurkan bunga mawar di kebun itu karena dikhawatirkan ini akan membuat Maude sakit lebih parah bahkan berisiko kematian. Jerome ragu-ragu untuk menghancurkan mawar itu karena kekuatan prekognitifnya yang ajaib. Tetapi akhirnya dia membuang semua mawar di kebun itu. Setelah selesai menghancurkannya, Jerome mendapat telepon dari Freddie,

Jerome: Halo, Freddie.

Feddy: Ayah, bagaimana kamu tahu itu aku?

Jerome: Aku memang tahu.

Freddy: Ingat investasi yang Ayah katakan agar aku jauhi? Aku tidak bisa berkata apa-apa. Ayah telah menyelamatkan hidupku. Aku nyaris menanamkan semua harta yang ku-miliki dalam investasi itu, termasuk rumah yang siap digadaikan. Kami akan hidup di jalanan sekiranya aku tak mengikuti saran ayah. Aku betul-betul berterima kasih. Dan ayah....

Jerome: Ya?

Freddy: Jaga kebun mawar itu ya.