Konten dari Pengguna

India Mendarat di Bulan

Donny Syofyan

Donny Syofyan

Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Donny Syofyan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Sumber Foto: Shutterstock

Beberapa hari yang lalu India mencapai apa yang belum pernah dicapai oleh negara mana pun. Ratusan ribu warga India menontonnya lewat layar televisi. Chandrayaan-3 berhasil mendarat mulus di kawasan Kutub Selatan Bulan setelah 41 hari di ruang angkasa. Keberhasilan ini menjadikan India negara pertama yang mencapai bagian permukaan Bulan tersebut dan negara yang ke-4 sukses melakukan pendaratan lunak (soft landing) di Bulan setelah AS, Rusia, dan China.

Momen ini disambut dengan perayaan di seluruh negeri. Kebanggaan dan kegembiraan masih terasa. Kini mesin penjelajah Bulan (moon rover) telah menjalankan langkah pertamanya. Pada setiap langkahnya, secara harfiah ia meninggalkan jejak India di Bulan. Ia berkeliling di sekitar bebatuan dan kawah untuk mengumpulkan data penting. Tapi apa sebenarnya yang dicari mesin penjelajah ini? Apa yang ingin dicapai Chandrayaan-3?

Kerja keras para ilmuwan telah membuahkan hasil. Sekarang mereka telah memberikan tombol tersebut kepada dua rekan satu tim mereka di Bulan. Kita berbicara tentang dua robot, Vikram Lander (Pendarat Vikram) dan Pragyan Rover (Penjelajah Pragyan). Setelah debu yang dihasilkan pendaratan berkurang, panel di satu sisi Vikram Lander terbuka dan Pragyan Rover meluncur ke permukaan Bulan.

Kini Pragyan Rover tersebut telah mengambil langkah pertamanya di Bulan. Ia menjelajah di sekitar bebatuan dan kawah untuk mengumpulkan data penting dan mengirimkan gambar-gambar yang dieroleh kembali ke bumi. Pragyan Rover bergerak dengan kecepatan 1 cm/detik. Dengan setiap langkahnya, Pragyan Rover akan meninggalkan jejak India di Bulan, tidak hanya secara metaforis namun secara harfiah. Ia meninggalkan logo dan lambang organisasi penelitian luar angkasa India (Indian Space Research Organisation/ISRO) di permukaan Bulan.

Baik Vikram Lander maupun Pragyan Rover membawa beberapa peralatan ilmiah. Tujuannya untuk mengetahui mineral apa saja yang ada di permukaan Bulan, mempelajari komposisi kimia tanah, dan mengetahui apa yang terjadi di atas dan di bawah permukaan Bulan. Dan yang terpenting, misi ini akan berburu air. Menurut para ilmuwan, kawah besar di wilayah selatan Bulan mengandung es, artinya terdapat air. Air sekarang telah menjadi minyak luar angkasa.

Negara-negara di seluruh dunia telah berpacu menuju Bulan, khususnya bagian Kutub Selatannya. Setelah India, Rusia mencoba melakukan misi ke bulan, namun wahana ruang angkasa Lunar 25 milik Rusia akhirnya jatuh sebelum bisa mendarat. China dan AS juga memiliki rencana untuk mengirim misi ke sana. Semua negara ini mempunyai satu kesamaan; berlomba ke Bulan untuk mencari air atau es.

Upaya ini dianggap sebagai game-changer, karena ini dapat mendukung peluang manusia untuk bertempat tinggal di Bulan, bantuan dalam menghasilkan oksigen untuk kehidupan berpotensi digunakan sebagai bahan bakar dan juga membantu pesawat ruang angkasa melakukan perjalanan ke Mars dan tujuan lainnya. Ini akan menjadi sebuah terobosan besar. Meskipun India memimpin misi ini, India punya komitmen untuk membagikan penemuannya kepada seluruh dunia. Misi bulannya juga didasarkan pada pendekatan yang berpusat pada manusia. Para ilmuwan akan menggunakan data tersebut secara global dan bisa saja bakal menemukan beberapa hal baru dari data ini.

Dengan keberhasilan pendaratan Chandrayaan-3, India telah mencatatkan sejarah. Tapi upaya ini masih jauh dari sikap berpuas diri. Dengan setiap langkah yang dilakukan Pragyan Rover di sisi gelap Bulan, hal ini akan memperjelas pemahaman kita tentang bagian Bulan tesebut.