Konten dari Pengguna

Ini 5 Langkah Penting Saat Temui Korban Kecelakaan dengan Perdarahan

Donny Nurhamsyah

Donny Nurhamsyah

Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Donny Nurhamsyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Panduan Pertolongan Pertama dari Dosen Keperawatan Gawat Darurat yang Bisa Selamatkan Nyawa

Ilustrasi pertolongan pertama pada kecelakaan (Foto: Donny Nurhamsyah)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pertolongan pertama pada kecelakaan (Foto: Donny Nurhamsyah)

Kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, termasuk saat sedang beraktivitas harian atau liburan. Salah satu kondisi darurat yang paling sering ditemui adalah perdarahan akibat cedera. Sayangnya, banyak orang awam yang masih bingung atau panik dalam menanganinya. Donny sebagai dosen Keperawatan Gawat Darurat menyatakan, pertolongan pertama yang tepat bisa menyelamatkan nyawa sebelum tenaga medis datang.

Berikut ini 5 langkah penting yang harus dilakukan saat menemui korban kecelakaan dengan perdarahan:

1. Pastikan Keamanan Diri dan Korban

Sebelum membantu, pastikan lokasi aman dari bahaya lanjutan. Gunakan alat pelindung diri jika tersedia (seperti sarung tangan) untuk mencegah infeksi silang.

2. Identifikasi Sumber Perdarahan

Cari lokasi luka dan perhatikan jenis perdarahan: apakah darah mengalir deras (arteri), merembes (vena), atau menetes (kapiler). Jenis ini menentukan seberapa cepat tindakan harus diambil.

3. Tekan Luka dengan Kain Bersih

Gunakan kain bersih atau perban untuk menekan langsung area perdarahan. Tekanan konstan adalah kunci menghentikan aliran darah. Bila kain pertama penuh darah, jangan dilepas, cukup tambahkan lapisan kain baru di atasnya.

4. Posisikan Korban dengan Tepat

Jika memungkinkan, baringkan korban dan angkat area yang terluka di atas level jantung untuk mengurangi aliran darah ke area luka.

5. Segera Hubungi Layanan Darurat 119

Jangan tunda untuk menghubungi layanan darurat. Berikan informasi yang jelas: lokasi kejadian, jumlah korban, dan kondisi luka. Sambil menunggu, tetap tenang dan terus berikan tekanan pada luka.

Ilustrasi pertolongan pertama pada kecelakaan (Foto: Donny Nurhamsyah)

“Pengetahuan pertolongan pertama bukan hanya tugas tenaga kesehatan, tetapi tanggung jawab kita semua. Bahkan tindakan sederhana seperti menekan luka dengan kain bisa menjadi penentu antara hidup dan mati,” jelas Donny, dosen Keperawatan Gawat Darurat.

Artikel ini menjadi pengingat penting bahwa kesigapan masyarakat awam sangat diperlukan, terutama di daerah wisata atau tempat umum. Semakin banyak orang tahu cara memberikan pertolongan pertama, semakin besar peluang keselamatan korban kecelakaan.