Konten dari Pengguna

Kecelakaan Perahu Wisata? Ini Cara Pertolongan Pertamanya

Donny Nurhamsyah

Donny Nurhamsyah

Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Donny Nurhamsyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dosen Keperawatan Gawat Darurat Unpad bagikan langkah-langkah penyelamatan saat insiden perahu di wisata laut.

Perahu yang digunuakan untuk penyebrangan dari Pantai Barat Pangandaran menuju Pantai Pasir Putih (Foto: Donny Nurhamsyah)
zoom-in-whitePerbesar
Perahu yang digunuakan untuk penyebrangan dari Pantai Barat Pangandaran menuju Pantai Pasir Putih (Foto: Donny Nurhamsyah)

Wisata ke Pantai Pasir Putih Pangandaran sering kali melibatkan penyeberangan dengan perahu wisata. Pemandangannya indah, airnya jernih, dan perjalanannya singkat. Tapi siapa sangka, di balik itu, kecelakaan bisa saja terjadi.

Gelombang mendadak, cuaca berubah, atau perahu kelebihan kapasitas, semua bisa jadi pemicu bencana. Lalu, apa yang harus dilakukan jika terjadi kecelakaan perahu wisata?

Langkah-langkah penting pertolongan pertama bagi siapa pun yang menghadapi situasi darurat di laut dan pantai harus diketahui oleh semua orang calon wisatawan.

“Dalam kecelakaan air, pertolongan dalam hitungan detik bisa menyelamatkan nyawa. Wisatawan harus tahu apa yang harus dilakukan, bukan hanya pasrah atau panik,”

Situasi Pantai Barat Pangandaran (Foto: Donny Nurhamsyah)

Berikut 7 panduan pertolongan pertama saat kecelakaan perahu wisata:

1. Tetap Tenang dan Amankan Diri

Panik hanya memperburuk situasi. Amankan diri terlebih dahulu agar bisa menolong orang lain. Misalnya pastikan Anda menggunakan pelampung atau sejenisnya sebelum menolong orang lain.

2. Gunakan Alat Apung

Lemparkan pelampung atau benda terapung (jerigen, papan, ban) ke korban. Jangan langsung berenang ke korban kecuali Anda terlatih.

3. Evakuasi Korban ke Tempat Aman

Segera bantu korban ke tepi pantai, perahu lain, atau area dangkal. Jika tidak sadar, baringkan korban telentang dan pastikan kepala lebih rendah dari tubuh.

4. Periksa Napas dan Sadarkan Korban

Jika korban tidak bernapas, segera lakukan CPR (resusitasi jantung paru). Untuk orang awam, cukup lakukan hand-only CPR: tekan dada korban cepat dan dalam.

5. Hangatkan Korban yang Menggigil

Gunakan kain kering atau jaket untuk menghangatkan tubuh korban. Hindari menggosok tubuh secara keras karena bisa melukai kulit yang sensitif.

6. Jangan Beri Minum Jika Tidak Sadar

Memberi minum bisa berbahaya jika korban belum sadar penuh. Air minum yang diberikan saat korban tidak sadar akan memperparah kondisi paru-paru korban. Tunggu sampai kondisinya stabil dan sadar sepenuhnya.

7. Hubungi Bantuan Medis

Segera minta bantuan ke petugas pantai (Balawista), SAR (Barakuda), atau hubungi nomor darurat 119. Pencatatan waktu insiden juga penting saat melapor ke tenaga medis.

Edukasi Wajib untuk Semua Wisatawan

Pertolongan pertama harus menjadi bagian dari edukasi pariwisata, terutama di wilayah pantai dan laut. Ia mendorong adanya pelatihan sederhana yang berkelanjutan oleh pemangku kepentingan seperti Basic Life Support (BLS) kepada pelaku wisata dan wisatawan.

“Keselamatan itu bukan urusan petugas saja. Semua pihak, termasuk wisatawan, harus tahu langkah-langkah dasar menyelamatkan nyawa”.

Kecelakaan bisa terjadi kapan saja. Tapi dengan pengetahuan yang cukup, siapa pun bisa menjadi penyelamat.

Integrasi program pendidikan, pengabdian pada masyarakat, dan penelitian (Foto: Dokumentasi Pribadi)