Konten dari Pengguna

Pertolongan Pertama Luka Bakar di Rumah, Jangan Asal Oles Odol!

Donny Nurhamsyah

Donny Nurhamsyah

Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Donny Nurhamsyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Luka bakar termasuk salah satu kecelakaan rumah tangga yang paling sering terjadi. Penyebabnya beragam, mulai dari tersiram air panas, minyak goreng, uap, setrika, hingga kompor.

Jangan oleskan odol pada luka bakar. Foto: Dokumentasi pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Jangan oleskan odol pada luka bakar. Foto: Dokumentasi pribadi

Sayangnya, masih banyak orang melakukan cara keliru seperti mengoleskan odol, mentega, kopi, atau kecap. Padahal, tindakan tersebut justru bisa memperparah kerusakan kulit dan meningkatkan risiko infeksi.

Dalam kondisi darurat, pertolongan pertama pada 10–20 menit awal sangat menentukan kedalaman luka dan proses penyembuhan.

Berikut langkah pertolongan pertama luka bakar yang benar.

• Jauhkan dari sumber panas

Matikan kompor/listrik atau singkirkan benda panas. Hentikan paparan panas agar kerusakan jaringan tidak meluas.

• Dinginkan dengan air mengalir (bukan es)

Alirkan air suhu normal selama 10–20 menit. Manfaatnya untuk menurunkan suhu jaringan, mengurangi nyeri, mencegah luka makin dalam, dan mengurangi pembengkakan. Hindari es batu karena dapat merusak jaringan kulit.

• Lepaskan benda ketat

Segera lepas cincin, jam tangan, gelang, atau pakaian ketat sebelum bengkak muncul. Namun, jangan menarik pakaian yang menempel pada luka.

• Tutup luka dengan kasa steril

Setelah pendinginan, tutup dengan kasa/kain bersih, balut longgar, dan hindari tekanan. Tujuannya yaitu untuk mencegah infeksi dan melindungi jaringan kulit.

• Jangan oles bahan rumahan

Hindari odol, mentega, minyak, kopi, bedak, atau salep sembarangan. Bahan tersebut bisa memerangkap panas dan memicu infeksi.

• Segera ke fasilitas kesehatan bila ada tanda bahaya

Bawa ke IGD jika luka lebih besar dari telapak tangan: mengenai wajah, tangan, kaki, atau kelamin. Kondisi ini berisiko menjadi kegawatdaruratan medis, seperti infeksi berat atau syok.

Gambar: Bawa ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdekat segera. Foto: Dokumentasi pribadi

Kesalahan penanganan awal sering membuat luka bakar semakin parah.

Banyak orang langsung mengoles odol atau minyak, padahal itu justru menahan panas di kulit dan meningkatkan risiko infeksi. Prinsipnya sederhana: dinginkan dengan air mengalir, tutup bersih, lalu evaluasi apakah perlu ke rumah sakit.

Gambar: Pendinginan dengan air mengalir dan balutan longgar yang bersih membantu memperbaiki kondisi luka bakar. Foto: Dokumentasi pribadi

Luka bakar yang tampak kecil pun bisa memburuk jika terlambat ditangani.

Sepuluh menit pertama sangat krusial. Pertolongan pertama yang tepat bisa mencegah luka menjadi lebih dalam dan mengurangi risiko komplikasi.

Pada akhirnya, pendinginan cepat dan penanganan bersih adalah kunci. Jangan panik, jangan asal oles, dan segera cari bantuan medis bila perlu.