Konten dari Pengguna

Dr.Jusuf kalla menerima ISNU Award 2025 sebagai Bapak Rekonsiliasi Nasional.

Dr CSP Wekadigunawan

Dr CSP Wekadigunawan

National Board Member Indonesian Red Cross, Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat IAKMI, Ketua Komite Etik Penelitian Kesehatan dan Ketua Senat Universitas Esa Unggul.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dr CSP Wekadigunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ISNU Award: Jejak Rekonsiliasi dalam Cahaya Keilmuan

Dalam lanskap sejarah bangsa yang kerap diguncang oleh riak konflik dan perbedaan, ada tokoh-tokoh yang memilih menjadi jembatan, bukan jurang. Mereka bukan hanya pemimpin, tetapi penenun damai yang menyulam harapan dalam lembaran sejarah. Salah satu tokoh itu adalah H. Muhammad Jusuf Kalla, yang pada tahun 2025 dianugerahi ISNU Award sebagai Bapak Rekonsiliasi Nasional. Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama, melalui Prof. Kamaruddin Amin selaku Ketua Umum ISNU menganugerahkan award ini pada hari Kamis, 31 Juli 2025.

Wakil Presiden ke 10 dan 12 mendapatkan penghargaan sebagai Bapak Rekonsiliasi Nasional
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Presiden ke 10 dan 12 mendapatkan penghargaan sebagai Bapak Rekonsiliasi Nasional

Mengapa Jusuf Kalla? Jusuf Kalla bukan hanya mantan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12. Ia adalah arsitek perdamaian yang terlibat langsung dalam penyelesaian konflik di Aceh (Perjanjian Helsinki), Poso, dan Ambon. Di panggung internasional, ia menjadi juru runding dalam dialog dengan Taliban dan Hamas.

Dalam pidatonya saat menerima penghargaan, JK mengutip hadits Nabi Muhammad SAW:

“Mendamaikan dua orang yang berselisih lebih utama daripada salat, puasa sunnah, bahkan sedekah.” Baginya, perdamaian bukan sekadar cita-cita politik, melainkan ibadah yang luhur.

Dr. H.C Jusuf Kalla menerima ISNU Award 2025

ISNU Award adalah penghargaan prestisius dari Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), sebuah organisasi intelektual yang bernaung di bawah Nahdlatul Ulama. Penghargaan ini diberikan kepada tokoh-tokoh yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam memperkuat nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.

ISNU sendiri lahir dari semangat keilmuan dan kebangsaan, menjadi rumah bagi para sarjana NU untuk menjawab tantangan zaman.

Tahun 2025 menjadi titik balik sejarah ISNU, dengan pelantikan pengurus baru yang dipimpin oleh Prof. Kamaruddin Amin dan penyerahan ISNU Award kepada tiga tokoh: Jusuf Kalla, KH Ma’ruf Amin, dan Sinta Nuriyah.

Ibu Sinta Nuriyah, Bapak Jusuf Kalla dan K.H Ma'ruf Amin penerima ISNU Award 2025

Pemberian ISNU Award kepada Jusuf Kalla bukan hanya seremoni. Ia adalah simbol bahwa rekonsiliasi adalah fondasi peradaban. Dalam konteks Indonesia yang plural, penghargaan ini:

  • Menegaskan bahwa keilmuan dan kemanusiaan harus berjalan beriringan.

  • Menginspirasi generasi muda NU untuk menjadi negarawan yang berpikir strategis dan bertindak etis.

  • Menjadi daya pengungkit moral bahwa perdamaian adalah prasyarat kemajuan, bukan sekadar hasil diplomasi.

Damai Adalah Warisan. Jika sejarah adalah sungai, maka rekonsiliasi adalah jembatan yang menghubungkan tepi-tepi yang retak. ISNU Award kepada Jusuf Kalla adalah batu penanda di jembatan itu—bahwa bangsa ini selalu berusaha memilih jalan damai, dan bahwa ilmu bukan hanya untuk memahami dunia, tetapi untuk menyembuhkannya.

Dalam sunyi diplomasi dan riuh politik, ISNU menyalakan lentera: bahwa sarjana bukan hanya pemikir, tetapi pelaku perubahan. Dan Jusuf Kalla, dengan segala kerendahan hatinya, telah menunjukkan bahwa damai bukan akhir, melainkan awal dari peradaban.

Penulis: Cri Sajjana Prajna Wekadigunawan

Ph.D dalam bidang kesehatan keluarga dari Fakultas Kedokteran Universiti Kebangsaan Malaysia (National University of Malaysia). Saat ini bersama Pak Jusuf Kalla menjadi National Board Member of Indonesian Red Cross, dimana Dr. Jusuf Kalla sebagai Ketua Umumnya. Penulis juga Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI).

Penulis berada di sebelah kanan Bapak Jusuf Kalla.