Konten dari Pengguna

Iran, Kemenlu RI dan PMI: bersama dalam solidaritas kemanusiaan

Dr CSP Wekadigunawan

Dr CSP Wekadigunawan

National Board Member Indonesian Red Cross, Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat IAKMI, Ketua Komite Etik Penelitian Kesehatan dan Ketua Senat Universitas Esa Unggul.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dr CSP Wekadigunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tanah Persia dahulu dikenal sebagai pusat peradaban. Pada Maret 1935, namanya berubah menjadi Iran yang berarti 'Tanah Bangsa Arya'. Belakangan ini suara dentuman rudal menggantikan lantunan syair-syair. Iran, yang sedang diguncang perang, menghadapi krisis berlapis: ekonomi yang runtuh, infrastruktur yang porak-poranda, dan tragedi kemanusiaan yang merobek hati manusia-manusia yang berjiwa bersih.

Iran adalah gambaran bangsa yang tak mudah menyerah. Bertahun-tahun mengalami embargo ekonomi selama hampir 40 tahun! Kini infrastruktur sipil menjadi korban serangan udara. Rumah sakit kewalahan, jaringan listrik dan air bersih terganggu, dan ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal. Kehidupan sehari-hari berubah menjadi perjuangan bertahan hidup di tengah reruntuhan.

Namun luka terdalam datang dari Minab, Hormozgan, ketika sebuah sekolah anak perempuan dihantam rudal Amerika pada 28 Februari 2026. Lebih dari seratus tujuh puluh jiwa melayang, sebagian besar anak-anak yang baru belajar mengeja masa depan. Tragedi itu menjadi simbol betapa perang tidak hanya menghancurkan bangunan, tetapi juga merenggut mimpi generasi muda.

Tragedi yang menimpa Iran ini, mengetuk banyak hati di Indonesia. Ucapan duka-cita dan bunga-bunga dikirimkan ke Kedutaan Besar Iran di Jakarta. Akhirnya, Kedutaan Besar Iran membuat akun donasi untuk menggalang dana simpati dari rakyat Indonesia. Dan, mereka baru menyadari bahwa aturan hukum tidak memperkenankan hal tersebut. Itu sebabnya, Mohammad Mahdi Moradi, Deputy Head of Mission Iran meminta bantuan kepada Kementerian Luar Negeri dalam hal ini kepada Ricky Ichsan, Direktur Asia Selatan dan Tengah, Kemenlu RI agar dapat amanah dari rakyat Indonesia dapat disalurkan ke rakyat Iran.

Maka, pertemuan dengan Ketua Umum Palang Merah Indonesia, H.M. Jusuf Kalla diadakan pada Rabu sore, 8 April 2026 untuk mendapatkan jalan keluar. Pak JK, demikian beliau selalu dipanggil, menyempatkan untuk bertemu, padahal beliau saat itu sedang berada di kepolisian (bareskrim) untuk persoalan yang lain. Ini menunjukkan betapa JK berusaha agar setiap persoalan segera diatasi.

Pertemuan antara Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla dan Ketua Misi Kedubes Iran, Mohammad Mahdi Moradi dan Ricky Ichsan, Direktur Asia Selatan dan Tengah Kemenlu RI di Markas Pusat PMI Rabu 8 April 2026 (Dok. pribadi).

“PMI selalu terbuka dan siap berkontribusi dalam masalah kemanusiaan di mana pun, asalkan tujuannya benar-benar untuk kemanusiaan. Intinya, kami mengedepankan prinsip kemanusiaan dan koordinasi yang baik dengan para pihak terkait, seperti Bulan Sabit Merah Iran,” ujar Jusuf Kalla, Ketua Umum PMI.

Pernyataan ini menegaskan bahwa kemanusiaan adalah bahasa universal. Di tengah dunia yang dilanda konflik, PMI hadir sebagai pengingat bahwa kepedulian tidak boleh berhenti di batas negara.

Suasana pertemuan Ketum PMI, Kemenlu RI dan Kedubes Iran
Ketua Umum PMI Jusuf Kalla didampingi oleh Pengurus Pusat PMI, Sudirman Said dan Cri Sajjana Prajna Wekadigunawan beserta sekretaris Puji Astuti (dok.pribadi)

Langkah Nyata ke Pakistan

Minggu 12 April 2026 tim PMI akan bertolak ke Islamabad, Pakistan, untuk melakukan pengadaan obat-obatan sesuai permintaan Duta Besar Iran beberapa waktu silam yang sempat berkunjung ke kediaman pribadi Jusuf Kalla. Proses ini dilakukan dengan dukungan Bulan Sabit Merah Pakistan dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Islamabad. Bantuan tersebut nantinya akan diserahkan kepada Bulan Sabit Merah Iran, sebagai wujud nyata solidaritas masyarakat Indonesia terhadap rakyat Iran yang tengah berjuang di tengah krisis.

Krisis Global dan Dampaknya

Perang di Iran bukan hanya tragedi lokal, tetapi juga bagian dari krisis global. Energi dunia terdampak, yakni harga minyak melonjak, memicu inflasi di berbagai negara. Gelombang pengungsi menambah beban negara-negara tetangga. Stabilitas internasional terganggu oleh ketegangan geopolitik yang semakin tajam, memperlihatkan rapuhnya perdamaian dunia.

Solidaritas Lintas Negara

Di tengah krisis ini, solidaritas lintas negara menjadi harapan. PMI bekerja sama dengan Bulan Sabit Merah Pakistan dan Iran, menunjukkan bahwa kerja sama kemanusiaan melampaui sekat politik. Masyarakat Indonesia ikut berkontribusi, membuktikan bahwa kepedulian bisa menjembatani jarak ribuan kilometer. Bantuan ini bukan sekadar obat-obatan, melainkan simbol persaudaraan global di tengah penderitaan.

Suasana rapat (dok.pribadi)
Untuk memudahkan kesamaan pemahaman semua, Jusuf Kalla dalam diskusi atau rapat kerap menggunakan papan tulis untuk menerangkan (dok.pribadi).

Langkah Palang Merah Indonesia bukan sekadar pengiriman bantuan, melainkan simbol kepedulian lintas bangsa. Di tengah dunia yang dilanda konflik, PMI mengingatkan bahwa kemanusiaan adalah bahasa universal yang harus terus dijaga.

---------

Penulis : Çri Sajjana Prajna Wékādigunawan. Ph.D dalam bidang kesehatan keluarga (Family Health Doctor), alumnus Fakultas Kedokteran National University of Malaysia (UKM). Saat ini mendampingi H.M Jusuf Kalla dalam kerja-kerja kemanusiaan di Palang Merah Indonesia.