Merajut persaudaraan melalui Kegiatan Relawan Palang Merah Indonesia dan Korea
Tulisan dari Dr CSP Wekadigunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Di antara riuh masyarakat yang kerap terbelah oleh kepentingan, ada jalinan halus yang tumbuh dari niat tulus: persaudaraan lintas bangsa. Indonesia dan Korea, dua negeri dengan denyut sejarah dan budaya yang berbeda, menemukan simpul pertemuan dalam gerakan Relawan Palang Merah (Red Cross Activities). Palang Merah Indonesia (PMI) dan Korean Red Cross (KRC) melakukan kegiatan bersama di Bogor sejak tanggal 27 Juli 2026 - 31 Juli 2026.
Direktur Korean Red Cross Provinsi Gyeongnam, Lee Keon Young, membawa relawan KRC sebanyak 40 orang. KaMarkas PMI Bogor, R.R Irwan Gumelar, mengatakan bahwa ia dan tim telah merancang agar tim relawan KRC dapat mengunjungi berbagai sekolah di Bogor.

Relawan sebagai Jembatan Kemanusiaan
Relawan Palang Merah dari kedua negara hadir bukan sekadar membawa obat dan logistik, melainkan juga membawa harapan. Cri Sajjana Prajna Wekadigunawan, pengurus pusat PMI, menjenguk kegiatan ini dan amat terkesan dengan apa yang kedua pihak lakukan. Tangan-tangan muda itu bekerja bersama, menyulam simpati menjadi aksi nyata. Mereka mengajarkan kepada adik-adik di SD Bunaya - Bogor tentang mengapa perlu mencuci tangan dengan menggunakan sabun, melakukan 'face painting', melakukan pertolongan pertama pada korban yang tiba-tiba mengalami henti detak jantung (CPR), tarian tradisional dan sebagainya.
Hubungan Indonesia–Korea ibarat dua sungai yang bertemu di muara luas. Airnya membawa cerita, membawa luka, membawa tawa, lalu menyatu dalam arus yang sama: arus kemanusiaan. Relawan Palang Merah Dunia di mana pun berada adalah perahu yang mengantar bantuan, sementara pertukaran budaya-budaya positif adalah nyanyian yang mengiringi perjalanan itu.
Di balik semua itu, ada pesan yang sederhana namun mendalam, yakni, dunia ini dapat menjadi rumah bersama bila kita semua mau membuka pintu hati.
Bogor 29 Juli 2026

