Ombak Kemanusiaan dari Tanjung Priok

National Board Member Indonesian Red Cross, Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat IAKMI, Ketua Komite Etik Penelitian Kesehatan dan Ketua Senat Universitas Esa Unggul.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dr CSP Wekadigunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Di bawah langit Jakarta Utara yang berwarna kelabu, sebuah kapal RoRo bernama KM Omarrasheed berangkat dengan muatan yang lebih berat dari sekadar 2.500 ton bantuan. Ia mengangkut harapan, doa, dan kepedulian yang dititipkan oleh ribuan bahkan jutaan hati. Kapal ini adalah bagian dari Kapal Kemanusiaan Gelombang II, sebuah inisiatif yang lahir dari kolaborasi Kalla Lines bersama Palang Merah Indonesia (PMI), untuk mempercepat pemulihan situasi pascabencana di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
Pelepasan kapal besar nan gagah ini, bukan sekadar seremoni. Di dermaga Tanjung Priok, HM Jusuf Kalla, Ketua Umum PMI sekaligus Founder & Advisor Kalla, berdiri bersama Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin. Tangan-tangan yang melambaikan perpisahan seolah mengirimkan pesan: bahwa kepedulian tidak mengenal batas, dan bahwa laut adalah jalan penghubung antara penderitaan dan pertolongan.
Jusuf Kalla didampingi para pengurus Palang Merah Indonesia Pusat lainnya seperti Nanan Sukarna (Waketum PMI Pusat), A.M Fachir Sekjen PMI, Asmawi Syam sebagai penanggung jawab penanggulangan bencana, Rapiudin Hamarung bidang hukum, Yani Motik Bendahara Umum, Fachmi Idris yang memantau kesiapan alat-alat kesehatan, Linda Wiseso Unit Donor Darah, Niniek K, Suwandi, Tri Bowo Budi Santoso dan Cri Sajjana Prajna Wekadigunawan. Selain para pengurus pusat PMI, pengurus PMI wilayah DKI Jakarta, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan Jakarta Timur juga turut hadir.
Komitmen yang Berakar
Dukungan Kalla Lines ini adalah wujud nyata komitmen perusahaan dalam merespons bencana. Bukan pertama kali Kalla hadir di garis depan kemanusiaan. Melalui LAZ Hadji Kalla dan unit-unit bisnisnya, bantuan telah mengalir bersama mitra, relawan, dan pihak terkait.
Seperti sungai yang tak pernah berhenti mengalir, kepedulian itu terus mencari jalannya menuju mereka yang membutuhkan. Komitmen ini yang ditularkan secara sistematis oleh Jusuf Kalla kepada kami orang-orang di sekitarnya dan ketokohannya menjadi ‘role-model’ bagi banyak orang yang peduli pada kemanusiaan di Indonesia dan juga dunia internasional.
Kapal sebagai Simbol
Kapal bukan hanya sarana transportasi. Ia adalah simbol perjalanan panjang bangsa ini dalam mengarungi badai bencana. Gelombang yang menghantam Sumatera kali ini tidak bisa dihapus begitu saja, tetapi melalui aksi nyata seperti ini, luka bisa perlahan dijahit dengan benang solidaritas.
KM Omarrasheed, dengan tubuh besarnya yang kokoh, menjadi perahu harapan. Ia membawa beras, obat-obatan, dan kebutuhan pokok, tetapi lebih dari itu: ia membawa pesan bahwa bangsa ini tidak pernah meninggalkan anak-anaknya yang sedang berjuang bangkit. Ini memang bantuan kemanusiaan yang kedua setelah Desember 2025 lalu seminggu setelah bencana terjadi Kapal berlayar menghantar bantuan.
Gelombang II, Gelombang Kepedulian
Gelombang pertama telah berlayar, kini gelombang kedua menyusul. Setiap gelombang adalah denyut nadi kepedulian yang terus berulang, mengingatkan kita bahwa kemanusiaan bukanlah proyek sekali jadi. Ia adalah perjalanan panjang, yang membutuhkan keberanian, konsistensi, dan cinta.
Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara, bantuan ini akan tiba di lokasi dan diharapkan seperti cahaya yang menembus kabut. Mungkin tidak menghapus seluruh duka, tetapi cukup untuk menyalakan kembali semangat hidup.
Kalla dan PMI kembali distribusikan 2.500 ton bantuan ke Sumatera. Sebuah berita yang bukan hanya tentang angka, melainkan tentang gelombang kepedulian yang terus berulang, menghubungkan dermaga Jakarta dengan pantai-pantai yang sedang berusaha bangkit di Sumatera.
Relawan Palang Merah Indonesia berjibaku dengan waktu
Tak ada kata yang dapat diungkapkan melihat ketulusan dan kesigapan mereka yang bertugas sebagai relawan di lapangan. Sejak di Gudang markas besar Palang Merah Indonesia mengemas paket-paket bantuan dan menghitung donasi alat-alat berat seperti excavator, mini excavator, forklift dan lain sebagainya.
Hanya harapan agar saudara-saudara kami di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat segera pulih seperti sedia-kala yang memberi energi bagi kami semua untuk terus berbuat.
