384 Mahasiswa KKN BBK 6 UNAIR Mengabdi di Banyuwangi

Pendidik dan peneliti di Universitas Airlangga
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Moses Glorino tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Banyuwangi, 8 Juli 2025 – Sebanyak 384 mahasiswa dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya resmi memulai Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK) 6 tahun 2025 dengan tema literasi di Kabupaten Banyuwangi. Didampingi 19 dosen pendamping lapangan, para mahasiswa ini akan mengabdi selama kurang lebih satu bulan, mulai 7 Juli hingga 4 Agustus 2025, di 15 kecamatan di Banyuwangi.
Pemberangkatan rombongan dilakukan pada Minggu malam, 7 Juli 2025, pukul 23.00 WIB, dari Surabaya menuju Banyuwangi menggunakan sembilan bus. Rombongan dipimpin oleh Koordinator Kabupaten Banyuwangi, Hari Priandono, S.Si., M.Si., bersama para dosen pendamping lapangan yang tersebar di berbagai kecamatan, antara lain Dr. Boedi Setiawan, drh., M.P. (Tegaldlimo), Ari Kurniawan, S.H., M.Kn., Ph.D. (Purwoharjo), Eka Saputra, S.Pi., M.Si. (Genteng), Izzato Millati, S.IP., M.IP. (Kabat), Ayik Mirayanti Mandagi, S.KM., M.Kes. (Tegalsari), Ira Suarilah, S.Kp., M.Sc., Ph.D. (Glenmore), dan Dr. Moses Glorino Rumambo Pandin, M.Si., M.Psi., M.Phil., Psikolog (Srono).
Setibanya di Banyuwangi pada Senin pagi, 8 Juli 2025, sekitar pukul 07.00 WIB, rombongan disambut hangat di Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi oleh Dr. Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, M.Si, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Banyuwangi, beserta jajarannya. Upacara penyambutan dipimpin oleh Dr. Yayan (nama panggilan akrab Kepala BAPPEDA Banyuwangi) dan Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp.U. (K), Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga Banyuwangi.
Dalam sambutannya, Prof. Soetojo menekankan pentingnya literasi sebagai jendela pengetahuan. “Membaca adalah kunci untuk membuka wawasan. Banyak masyarakat, terutama lansia, yang masih kesulitan membaca. Mahasiswa diharapkan dapat mengajak masyarakat, termasuk anak-anak, untuk gemar membaca,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya kesehatan lingkungan, gizi, dan imunisasi sebagai bagian dari program KKN untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Dr. Yayan menyampaikan pesan dari Bupati Banyuwangi, mengapresiasi kedatangan mahasiswa sebagai agen perubahan. Ia menyoroti tiga isu utama: kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. “Banyuwangi sedang menuju 100% Open Defecation Free (ODF). “Jika menemukan masyarakat yang masih buang air sembarangan, mohon bantu edukasi”, begitu pesan beliau kepada para peserta KKN BBK 6 Universitas Airlangga. Selain itu, identifikasi anak putus sekolah untuk disalurkan ke pendidikan yang layak, dan dukung UMKM lokal dengan keahlian IT dan pemasaran,” pesannya.
Yayan juga mendorong mahasiswa untuk mendokumentasikan temuan di lapangan sebagai bahan skripsi. “KKN ini bukan hanya pengabdian, tapi juga kesempatan mengumpulkan data untuk penelitian. Kami siap membantu,” tambahnya dengan penuh semangat. Ia menutup sambutan dengan candaan, “Banyuwangi itu ‘enam kali kawin, tujuh kali kembali’. Sekali datang, pasti ingin balik lagi!”
Upacara penyambutan ditutup dengan sesi foto bersama. Setelahnya, para mahasiswa dan dosen pendamping melanjutkan perjalanan ke masing-masing kecamatan dan desa tempat pelaksanaan KKN BBK 6 Tematik Literasi. Dengan semangat membangun masyarakat dan belajar bersama komunitas, para peserta KKN siap memberikan kontribusi nyata bagi Banyuwangi.
Selamat bertugas, para agen perubahan!
