KKN BBK 6 UNAIR di Kebaman, Srono, Banyuwangi: Mahasiswa Agen Perubahan Desa

Pendidik dan peneliti di Universitas Airlangga
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Moses Glorino tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Banyuwangi, 8 Juli 2025 – Sebanyak 16 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas 6 (KKN BBK 6) Universitas Airlangga (UNAIR) tiba di Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, pada pukul 11.00 WIB untuk melaksanakan KKN BBK selama kurang lebih satu bulan lamanya di Desa Kebaman. Kedatangan peserta KKN BBK 6 UNAIR disambut hangat oleh Camat Srono, Ir. Tri Wahyu Angembani, Sekretaris Kecamatan Srono, Suryatik, S.SE. serta perangkat desa di ruang pertemuan lantai 1 Kantor Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi.
Rombongan mahasiswa didampingi oleh Dosen Pendamping Lapangan, Dr. Moses Glorino Rumambo Pandin, M.Si., M.Phil., M.Psi. Acara penyambutan berlangsung penuh kehangatan, ditandai dengan sambutan dari Camat Srono yang akrab disapa Bu Tri. Dalam sambutannya, Bu Tri menyampaikan selamat datang, senang dengan kedatangan para mahasiswa dan mengapresiasi kehadiran mahasiswa sebagai agen perubahan yang sangat dinantikan oleh masyarakat Kecamatan Srono, khususnya Desa Kebaman.
"Masyarakat sangat mendambakan sentuhan para mahasiswa. Kami berharap kehadiran adik-adik KKN BBK 6 dapat membawa perubahan positif, terutama dalam mengatasi permasalahan di kecamatan ini," ujar Bu Tri.
Bu Tri memaparkan beberapa permasalahan utama yang dihadapi Kecamatan Srono, seperti pengelolaan sampah, tingginya angka stunting, dan tantangan menuju status Open Defecation Free (ODF). Untuk menjawab tantangan tersebut, mahasiswa KKN BBK 6 UNAIR mengusung sejumlah program kerja strategis, di antaranya: (a) Peningkatan Literasi melalui pengembangan perpustakaan desa untuk memperluas akses pengetahuan masyarakat; (b) Program bidang Kesehatan yang berfokus pada pencegahan stunting dan edukasi pola hidup sehat; (c) Program bidang Banyuwangi Hijau, sebuah inisiatif untuk mendukung pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan; dan (d) Program bidang Pengembangan Masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi dan sosial. Program-program ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi masyarakat Desa Kebaman, sekaligus menjadi langkah awal menuju perubahan berkelanjutan.
Bu Tri berpesan agar mahasiswa bekerja sama dengan kader-kader desa selama pelaksanaan KKN BBK 6. Menurutnya, kader desa adalah ujung tombak yang akan melanjutkan program-program yang telah diinisiasi oleh mahasiswa. "Kader-kader itulah yang akan membawa perubahan jangka panjang di masyarakat. Jadi, libatkan mereka dalam setiap langkah kalian," tegasnya.
Acara penyambutan diakhiri dengan penyerahan cinderamata dari Universitas Airlangga kepada pihak Kecamatan Srono, dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Setelah itu, para peserta KKN BBK diantar oleh perangkat desa menuju lokasi pelaksanaan KKN BBK di Desa Kebaman untuk memulai tugas mereka.
Kehadiran mahasiswa KKN BBK 6 UNAIR di Desa Kebaman menjadi angin segar bagi masyarakat setempat. Dengan semangat kolaborasi dan program kerja yang terarah, diharapkan pengabdian ini tidak hanya meninggalkan jejak sementara, tetapi juga menjadi fondasi bagi pembangunan masyarakat yang lebih baik. Semoga, melalui tangan-tangan muda ini, Desa Kebaman dapat melangkah menuju masa depan yang lebih cerah.
Semangat Bertugas para Satria Airlangga!
