Jessica Shally Anisa: Representasi Anak Muda di Dewan Transportasi Kota Jakarta

merupakan lembaga merupakan lembaga independen yang berkedudukan di daerah sebagai forum konsultasi dan koordinasi antara masyarakat dan Pemerintah Daerah.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Dewan Transportasi Kota Jakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jakarta — Jessica Shally Anisa, B.Eng resmi terpilih sebagai anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) untuk periode 2026-2029. Keterpilihan ini menempatkan Jessica sebagai anggota dewan termuda dalam susunan DTKJ untuk masa bakti tersebut.
Kehadiran Jessica Shally Anisa di tengah dinamika transportasi Jakarta disambut sebagai sebuah langkah awal yang positif. Di tengah persoalan kota yang semakin kompleks—mulai dari kemacetan hingga upaya integrasi antarmoda—Jakarta memang senantiasa membutuhkan sudut pandang yang segar dan relevan dengan perkembangan zaman.
Jessica hadir dengan latar belakang yang cukup beririsan dengan kebutuhan tersebut. Berbekal pendidikan di Kırklareli Üniversitesi bidang Urban and Regional Planning serta pengalaman praktis di Divisi Infrastruktur, ia telah mulai belajar memahami seluk-beluk transportasi lapangan. Keterlibatannya dalam membantu riset proyeksi penumpang LRT Jakarta Fase 1B hingga mendukung diskusi mengenai kendaraan listrik memberinya kesempatan untuk melihat lebih dekat bagaimana data dan koordinasi menjadi kunci dalam pembangunan kota.
Bagi Jessica, kesempatan berkontribusi di Komisi Hukum dan Humas DTKJ bukan sekadar soal peran atau posisi, melainkan sebuah tanggung jawab untuk terus belajar dan mengabdi. Ia menjadi representasi bahwa generasi muda pun memiliki keinginan kuat untuk ikut serta dalam merumuskan solusi bagi publik, selama diberikan ruang untuk bertumbuh dan berbagi perspektif.
Sebagai lembaga yang menjadi jembatan antara aspirasi warga dan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, DTKJ membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Jessica diharapkan dapat membantu memperkuat peran tersebut, membawa semangat inklusivitas, dan memastikan suara masyarakat serta perkembangan teknologi dapat terakomodasi dalam kebijakan mobilitas yang lebih baik.
Terpilihnya sosok muda seperti Jessica juga menjadi pengingat bahwa masa depan transportasi Jakarta adalah milik bersama. Tantangan besar seperti konektivitas dan transportasi ramah lingkungan memang tidak bisa diselesaikan secara instan, namun dengan kombinasi antara bekal akademik dan kemauan untuk mendengar kebutuhan warga di lapangan, harapan akan transportasi yang lebih nyaman bagi semua orang akan tetap terjaga.
