Anak Muda di Gianyar, Bersaing secara sehat dan Berpikir Out of The Box

matahari itu terang, tapi terlalu silau untuk ditulis.
Tulisan dari Berita Bali tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menilai perkembangan sebuah daerah tidak luput dari kualitas SDM yang dimilikinya. Selain kualitas SDM, tingkat kebahagiaan masyarakat dan juga ketersediaan lapangan pekerjaan yang cukup, mampu menjadi tolak ukur dalam menilai sebuah daerah dapat dikatan maju atau tidak. Ada banyak hal yang memperngaruhi tingginya kualitas SDM dari sebuah daerah, bisa dilihat dari tingkat pendidikan rata-rata dari masyarakatnya, inovasi-inovasi yang dikembangkan, banyaknya lapangan pekerjaan yang terbuka, serta tingginya minat anak mudanya untuk produktif.
Salah satu daerah yang memiliki anak muda yang cukup produktif adalah Bali. Sebagai daerah wisata terbaik di Indonesia bahkan di Dunia, bali tentu harus memiliki sosok-sosok anak muda yang mampu mengembangankan serta menjaga eksistensi dari potensi yang dimiliki Bali. Ada banyak usaha yang dilakukan. Baik itu usaha untuk membuat satu produk baru, atau usaha untuk menjaga dan mengembangkan produk yang sudah ada.
Usaha-usaha ini tentunya membutuhkan pembaharuan agar tidak terlihat monoton dan terlalu statis. Setiap kunjungan wisatawan yang belum pernah ke Bali atau bahkan yang sudah berkali-kali ke Bali, tentu mengharapkan sesuatu yang lebih dari yang dia bisa lihat di riview google dan agen wisata yang digunakannya. Untuk memenuhi “hal yang lebih” dari ekspektasi para wisatawan, maka dibutuhkan pemikiran dan inovasi yang lebih cemerlang dari para creator dan pelaku usaha yang bergerak di bidang pariwisata. Usaha ini juga tidak tertutup hanya di bidang pariwisata, mengingat bidang ini tidak akan berkembang bila tidak di dukung dengan perkembangan di bidang-bidang lainnya seperti trend fashion, kuliner, hiburan, transportasi dan lain sebagainya.
Menyadari urgensi tersebut, Pande Istri Maharani atau biasa di sapa Gek Rani, yang merupakan srikandi tangguh di bidang pariwisata dan Micro Finance di Bali yang juga saat ini tengah mencalonkan diri sebagai calon Wakil Bupati Kabupaten Gianyar mengungkapkan, bahwa sangat penting untuk mendorong anak muda di Bali khususnya di Gianyar untuk mampu bersaing dengan sehat dan memiliki inovasi dan pemikiran yang out of the box.
“anak-anak muda gianyar dalam 5-10 tahun kedepan itu dalam bayangan mbok gek (Gek Rani, Read) itu berkompetisi dengan sehat. Banyak inovasi yang di hasilkan, banyak pula relasi yang di dapatkan. Semuanya harus berkompetisi dengan sehat” tegasnya
Selain itu, tuntutan hal baru yang diinginkan oleh masyarakat luas juga memaksa para anak muda yang kelak akan menguasai dunia usaha di Bali khususnya Gianyar wajib untuk memiliki gebrakan baru. Berpikir out of the box adalah hal yang mungkin bisa dilakukan walaupun sedikit sulit dijalankan.
“Jadi pada intinya mbok gek (Gek Rani, Read) ingin pemuda di gianyar itu dalam lima tahun kedepan berpikir out of the box kita gak bisa juga sekarang yang mainstream tukang ukir hanya berdagang di sukawati di terta empul gitu, ndak.. tapi untuk ini memang harus hadir stimulan.. stimulan ini sejalan sam peraturan menteri tentang ekonomi kreatif dan itu juga memang luas banget.” Pungkasnya kembali. (Adm)
