3 Negara Ini Memiliki Tradisi Ritual yang Mematikan

INGAT!! Di dunia ini kita tidak pernah sendirian....
Konten dari Pengguna
3 Maret 2020 19:29
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Dukun Millenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi horor, dok : pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi horor, dok : pixabay
ADVERTISEMENT
Memiliki tradisi adat setempat memang sangat menarik dan bahkan bisa menjadi objek wisata tertentu. Seperti suku Baduy yang melakukan acara Seba, yakni memberikan sebagian hasil tani dan buminya kepada pemerintahan. Hal ini mampu menarik para fotografer nasional maupun internasional untuk mengabadikan momen tersebut.
ADVERTISEMENT
Namun bagaimana jadinya jika ritual atau adat sebuah suku mengakibatkan malapetaka bahkan bisa menghilangkan nyawa seseorang?
Dukun Millennial sudah merangkum beberapa adat atau tradisi masyarakat yang dinilai ekstrem, horor dan membahayakan nyawa pelakunya.

Mengenakan sarung tangan dengan semut beracun, Amazon

Suku Satere-Mawe mengenakan sarung tangan dengan semut beracun. Foto: Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Suku Satere-Mawe mengenakan sarung tangan dengan semut beracun. Foto: Wikimedia Commons
Suku Satere-Mawe yang hidup di pedalaman hutan Amazon juga memiliki tradisi mengerikan untuk mengantar pemuda menuju kedewasaan.
Para pemuda suku yang hendak menuju kedewasaan harus menjalani ritual di mana tangan mereka dimasukkan ke dalam sarung tangan yang sudah diisi semut peluru selama sepuluh menit.
Sekadar informasi, semut peluru adalah spesies serangga yang memiliki racun sangat kuat. Menurut Schmidt Sting Pain Index, tingkat rasa sakit akibat gigitan semut ini berada pada skala 1,0 - 4,0, bisa digambarkan seperti terbakar hidup-hidup. Dan rasa sakit itu bisa berlangsung selama berjam-jam atau sehari penuh.
ADVERTISEMENT

Sati-India

Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Wikimedia Commons
Sati adalah ritual membakar seorang wanita yang ditinggal mati suaminya di atas tumpukan kayu.
Dimulai pada zaman kuno, beberapa insiden telah terjadi di era modern meskipun dilarang.
Praktik ini terjadi di beberapa bagian India, di mana ia membentuk bagian dari ritual Hindu tertentu untuk menghormati Dewi Sati.
Setelah kematian suaminya, seorang wanita yang melakukan Sati akan membakar dirinya sendiri sampai mati, dikremasi hidup-hidup dengan suaminya yang sudah meninggal.
Sati tidak selalu melibatkan api, dengan versi alternatif lain ditenggelamkan atau dikubur hidup-hidup.
Sati sebenarnya ilegal di India, namun ritual ini diketahui masih terjadi secara sembunyi-sembunyi, kadang-kadang bertentangan dengan keinginan korban, dan kadang-kadang secara sukarela sebagai tindakan bunuh diri pengabdian pascakematian.
ADVERTISEMENT
Sati bukan hanya tentang menghormati suami.
Pengorbanan diri dianggap oleh beberapa orang sebagai cara untuk melarikan diri dari karma buruk dan menerima kebebasan dari perilaku berdosa.
Orang yang melakukan Sati tidak dianggap melakukan bunuh diri-yang dipandang negatif di seluruh Hindu-tetapi dianggap sebagai tindakan yang benar.

Dia De Los Muertos

Dia De Los Muertos, dok : pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Dia De Los Muertos, dok : pixabay
Meksiko dikenal karena keragaman tradisi dan takhayul yang sangat besar yang timbul dari perpaduan kepercayaan tradisional dengan Katolik Roma.
Sesuai dengan masyarakat yang dikenal dengan perayaannya yang menarik, kematian tidak dijauhi atau dihindari, seperti dalam kebanyakan budaya yang menyikapi kematian dengan cara yang suram.
Kematian seseorang di Meksiko justru diberitakan dalam perayaan yang riuh dan penuh warna yang terkait dengan acara Día De Los Muertos-secara harfiah “Day of the Dead.”
ADVERTISEMENT
Kostum norak namun mengerikan terlihat seperti pesta Halloween.
Lebih jauh, tradisi ini dibedakan dengan memamerkan tengkorak yang tak terhitung jumlahnya dan ornamen bertema kerangka, topeng, dan pajangan dengan segala cara.
Budaya asli Meksiko termasuk suku Aztec dan Toltec melihat berkabung sebagai perilaku yang tidak sopan, sebaliknya percaya bahwa merayakan orang yang meninggal bukan hanya cara untuk menghormati mereka tetapi juga mengembalikan orang yang meninggal ke Bumi untuk sementara waktu.
Kematian dilihat secara tradisional sebagai langkah dalam perjalanan panjang, bukan akhir dari keberadaan jiwa.
Begitulah sobat Dukun, ada yang murni adat istiadat dan ada juga yang membubuhi dengan hal-hal gaib. Apakah di daerahmu ada tradisi yang mengaitkan unsur-unsur mistis?
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020