Konten dari Pengguna

Ajian Tunduk Pandang, Ilmu Pelet Lewat Gadget

Dukun Millenial

Dukun Millenial

INGAT!! Di dunia ini kita tidak pernah sendirian....

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dukun Millenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bermain handphone, dok: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bermain handphone, dok: pixabay

Perkembangan digital atau era digitalisasi tiap harinya selalu menghasilkan sesuatu yang bisa memudahkan aktifitas manusia. Oleh karena itu digitalisasi sangat tidak mungkin bisa dibendung perkembangannya.

Salah satu perkembangan di bidang digital adalah hadirnya gadget atau gawai yang kita ketahui mampu memudahkan dan mampu memenuhi kebutuhan berbagai aspek terutama arus informasi.

Tidak hanya era digital yang terus berkembang, ternyata dalam hal mistis dan pergaiban, beberapa praktik pesugihan dan semacamnya juga ikut menyesuaikan peradaban saat ini.

Seperti ilmu pelet misalnya, di era saat ini ada sebuah ilmu pelet yang konon katanya bisa dilancarkan lewat pesan singkat via handphone atau aplikasi chat.

Dalam diskusi ilmu gaib, ada sebuah ajian pelet yang hanya lewat pesan singkat saja konon katanya lawan jenis atau target akan kasmaran dan langsung jatuh cinta kepada si pelaku, ajian tersebut biasa disebut dengan Ajian Tunduk Pandang.

Ilustrasi menunduk, dok: pixabay

Belum ada nama resmi dari ajian pelet ini sebenarnya, sering disebut Tunduk Pandang karena diyakini para korban pelet ini akan terus menundukan pandangannya ke hanphonenya dengan tujuan akan terus berkomunikasi dengan si pemilik ajian.

Pada posisi ini korban akan terus ketagihan atau candu untuk sekedar menanyakan kabar melalui pesan, menelpon atau bahkan bisa sampai video call. Dalam video call ini biasanya si pelaku juga menyisipkan semacam ajian yang mirip hipnotis sebagai pelengkap ajian tunduk pandang.

Ajian sejenis ini jelas-jelas termasuk ke dalam praktik ilmu hitam yang menyesatkan, karena kebanyakan pelaku tidak untuk berniat serius kepada si target melainkan hanya untuk kesenangan emosionalnya saja, tak aneh kebanyak para pelaku ajian ini adalah korban penolakan atau korban sakit hati dari si korban.

Bahkan kadang beberapa dari mereka juga emosi hanya karena persoalan sepele seperti pesan yang tidak dibalas, hanya dibaca atau bahkan korban diblokir dari orang yang ia sukai.

Ilustrasi patah hati, dok: pixabay

Ketika si pelaku akan melancarkan aksinya, biasanya ia akan mulai berkomunikasi lewat pesan singkat. Dalam pesannya tersebut biasanya ada beberapa kata yang sudah disiapkan sebagai 'mantra' penunduk si target.

Belum jelas bagaimana detail dari kerja ajian ini, yang jelas sebenarnya jauh sebelum ada era digital pun praktik pesugihan biasanya akan menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Untuk saat ini yang bisa kita lakukan adalah memperkuat iman dan tidak asal terjerumus kepada jurang kesesatan.

Selain itu, kita selaku manusia juga jangan mudah mempercayai kata-kata orang lain apalagi orang asing yang belum dikenal karena ajian ini juga kadang memiliki target acak.