Opini & Cerita15 September 2020 19:23

Echidna, Ibu dari Semua Mahluk Mitologi Yunani

Konten kiriman user
Echidna, Ibu dari Semua Mahluk Mitologi Yunani (820188)
Ilustrasi Echidna, dok: pixabay
Yunani memang terkenal memiliki banyak mahluk mitologi yang dianggap jelmaan dari titisan para dewa ataupun juga lambang dari kekuatan magis yang hadir di tengah-tengah kepercayaan peradaban Yunani saat itu.
ADVERTISEMENT
Namun dari banyaknya mahluk mitologi Yunani yang tersebar, ada satu mahluk yang dianggap sebagai ibu dari segala mahluk mitologi. Mahluk itu disebut Echidna, yakni sosok perempuan gemuk berukuran besar yang memiliki badan ular.
Selain ada mitologi Medusa yang menjelma sebagai ratu ular ternyata Echidna juga digambarkan memiliki sosok badan ular berkepala manusia. Bedanya ialah tubuh Echidna tidak sekecil Medusa serta tidak memiliki rambut ular di kepalanya.
Echidna, Ibu dari Semua Mahluk Mitologi Yunani (820189)
Ilustrasi patung dewa Yunani, dok: pixabay
Menurut kisah legendanya, Echidna bersama dengan pasangannya Tiphoeus diyakini telah melahirkan banyak monster seram yang ada dalam mitologi Yunani seperti Cerberus, Hydra, Ladon, Sphinx, Orthrus, dan Scilla. Gara-gara kemampuannya ini, Echidna jadi dijuluki ‘Mother of Monsters’ atau ‘Ibu dari Monster’.
Karena memang sosok Echidna ini tidak melambangkan sebuah kekuatan yang baik maka para anaknya pun yang lahir mendapatkan julukan para monster sehingga keberadaannya justru menjadi sebuah ancaman pada peradaban Yunani.
ADVERTISEMENT
Seperti salah satunya ialah kisah mitologi Hydra ular berkepala 3 yang sering meneror masyarakat pada saat itu serta mengancam nyawa siapa saja.
Selain itu juga ada kisah dari Cerberus mahluk dengan sosok anjing berkepala tiga dan memiliki ekor yang bisa menyengat yang konon katanya menjadi musuh dan ujian bagi para dewa kepercayaan masyarakat.
Echidna, Ibu dari Semua Mahluk Mitologi Yunani (820190)
Ilustrasi mitologi Yunani, dok: pixabay
Dalam cerita mitologi Yunani, Echidna dan Tiphoeus diceritakan menyerang dewa-dewa Olimpus, namun dikalahkan oleh Dewa Zeus sang Raja Langit.
Tiphoeus akhirnya dikurung di bawah Gunung Etna namun Echidna dan anaknya diberikan pengampunan dan dibiarkan bebas hidup di dunia sebagai tantangan untuk para pahlawan. Akhir kehidupan Echinda dikabarkan ia mati terbunuh saat bertarung dengan Argus Panoptes, sang raksasa bermata seratus.
ADVERTISEMENT
Sumber: Kaskus
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tim Editor
drop-down
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white