Inilah Asal Usul Pocong yang Sebenarnya

INGAT!! Di dunia ini kita tidak pernah sendirian....
Konten dari Pengguna
30 April 2020 19:46
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Dukun Millenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Inilah Asal Usul Pocong yang Sebenarnya (24013)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pocong, dok: pixabay
ADVERTISEMENT
Pocong merupakan salah satu hantu yang populer di Indonesia. Banyak orang yang beranggapan bahwa pocong memiliki asal usul dari orang yang telah meninggal dunia. Konon, tali pocongnya tidak dilepas saat proses pemakaman , sehingga arwah si mayat bergentayangan untuk meminta tolong dibukakan tali pocongnya.
Inilah Asal Usul Pocong yang Sebenarnya (24014)
zoom-in-whitePerbesar
Ikustrasi asap sebagai bentuk awal pocong, dok: pixabay
Penampakan pocong berawal dari asap yang muncul tepat di tengah-tengah pusar kuburannya. Lalu, asap itu akan menjadi makhluk kecil yang lompat-lompat dari tengah kuburannya ke arah kakinya, kemudian dia melompat lagi ke arah kepalanya, kali ini menjadi makhluk yang sedang seperti bayi besarnya.
ADVERTISEMENT
Selanjutnya ia akan melompat ke sisi di sebelah baratnya, lalu sempurnalah wujud pocong tersebut. Kemudian pocong akan berkeliling kuburannya sebanyak satu kali, meski kondisi kaki terikat namun pocong masih bisa berjalan dengan kaki terikat.
Inilah Asal Usul Pocong yang Sebenarnya (24015)
zoom-in-whitePerbesar
Penampakan wajah pocong, dok: pixabay
Setelah menjadi sosok pocong yang sempurna, ia akan terbang melayang-layang untuk menakuti manusia. Bola matanya terlihat seperti mau keluar, tidak ada alis ataupun daging kulitnya. Jadi, sebenarnya pocong merupakan perwujudan makhluk halus dan bukan berasal dari arwah orang yang sudah meninggal.
Itulah sedikit pembahasan mengenai asal usul pocong yang sebenarnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020