Konten dari Pengguna

Kisah Amenonuhoko, Tombak Suci yang Membangun Wilayah Jepang

Dukun Millenial

Dukun Millenial

INGAT!! Di dunia ini kita tidak pernah sendirian....

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dukun Millenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi, dok: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi, dok: pixabay

Dalam banyak teori mengatakan asal-usul terbentuknya sebuah daratan biasanya diakibatkan oleh fenomena alam seperti gempa bumi, letusan gunung, tsunami dan lain sebagainya di luar kuasa manusia.

Barangkali pemahaman soal proses terbentuknya daerah atau daratan bisa kita pelajari di mata pelajaran geografi dan dinilai sebagai sumber referensi yang penuh dengan kajian keilmuan yang bisa diterima oleh akal pikiran manusia.

Namun, ternyata dalam perkembangannya ada mitos yang bertentangan dengan prinsip keilmuan mengenai pembentukan sebuah daratan, seperti halnya sebuah mitos yang datang dari negeri sakura Jepang. Di Jepang ada sebuah mitos yang bersumber dari kepercayaan Shinto bahwa pada zaman dahulu dataran Jepang terbentuk karena sebuah tetesan air laut yang jatuh dari tombak suci Amenonuhoko.

Ilustrasi, dok: pixabay

Dalam kepercayaan Shinto dan mitologi Jepang Kuno, Amenonuhoko adalah tombak bertatahkan berlian yang diberikan oleh Kotoamatsukami atau sang dewa pendahulu kepada dewa Izanagi dan dewi Izanami.

Pemberian tongkat tersebut memang sejak awal diperuntukan untuk pembentukan sebuah pulau yang nantinya akan jadi sebuah negara Jepang. Mitos ini juga yang dikaitkan mengapa kehidupan masyarakat Jepang sangat erat dengan laut karena memang pulaunya terbuat dari tetesan air laut.

Secara harfiah, makna nama dari Amenonuhoko berarti tombak suci dari langit yang konon katanya bisa menjadi jembatan penghubung antara kehidupan manusia di bumi dengan kehidupan di alam baka nanti.

Ilustrasi, dok: pixabay

Dalam proses pembentukan negara Jepang, menurut mitos ini dikatakan bahwa pada saat itu Izanagi dan Izanami membutuhkan sebuah pulau untuk mendarat, namun mereka tidak memiliki pijakan sehingga Izanagi memegang tongkat tersebut dan mengoyak lautan lalu mengangatnya.

Tetesan air yang masih menempel pada tongkat tersebut secara ajaib membentuk gundukan tanah dan menjadi pulau Onogoro-shima yakni cikal bakal Jepang kelak. Setelah pulau tersebut terbentuk, Izanami dan Izanagi pun turun ke pulau tersebut dan membangun sebuah peradaban.