Konten dari Pengguna

Kisah Dewa Seth, Dipercaya Memiliki Kekuatan Badai yang Luar Biasa

Dukun Millenial

Dukun Millenial

INGAT!! Di dunia ini kita tidak pernah sendirian....

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dukun Millenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Illustrasi dewa seth, dok: God of Egypt
zoom-in-whitePerbesar
Illustrasi dewa seth, dok: God of Egypt

Seth adalah dewa yang biasanya digambarkan sebagai manusia berkepala anjing, atau lelaki Mesir dengan rambut merah. Kadang ia juga digambarkan dalam rupa kuda nil merah, babi hutan, atau ular, sesuai dengan salah satu kemampuannya : berubah wujud.

Di awal kemunculannya, Seth adalah dewa utama masyarakat Mesir Atas (Mesir Selatan). Disembah sebagai dewa badai dan penguasa padang pasir, Seth dikenal sebagai putra Geb dan Nut yang pada mulanya melindungi Ra saat menjelajahi Duat bersama dewa-dewa lainnya. Memasuki Dinasti Ketiga, Mesir Atas dan Mesir Bawah disatukan di bawah satu pharaoh. Pada saat inilah antagonisasi Seth mulai terjadi dan ‘Legenda Osiris’ mulai muncul.

Ilustrasi Osiris, dok: pixabay

Kisah legenda Osiris dimulai dari kisah bagaimana Seth, yang semula adalah pengawal Ra dalam perjalanan melintasi Duat (samudera yang ada di luar angkasa) ‘dibebastugaskan’ oleh Ra karena Seth merasa tidak diperlakukan secara layak dan secara tidak sengaja mengancam Sang Dewa Matahari bahwa ia akan melepaskan badai ke arah Sang Dewa Matahari sebagai bentuk ‘protesnya’. Kesalahan fatal! Alih-alih didengarkan protesnya, Ra justru membebastugaskan Seth dari tugas pengawalan dan memilih dewa-dewi lain untuk mengawal perjalanannya ke Duat secara bergantian.

Cerita ‘Legenda Osiris’ beralih ke dunia manusia di mana Seth, Isis dan Osiris, turun ke dunia manusia dan menyelenggarakan sebuah pemerintahan di Mesir. Namun karena iri pada kepopuleran Osiris, Seth membunuh Osiris kemudian memburu Isis dan Horus meskipun akhirnya Isis dan Horus diselamatkan oleh Nepthys yang notabene adalah istrinya Seth itu sendiri.

Seth berkuasa atas Mesir, menggantikan Osiris, selama bertahun-tahun sampai suatu ketika Isis membawa kembali jasad Osiris dari Biblos. Seth yang menemukan jasad saudaranya lagi langsung memotong jasad Osiris menjadi 14 bagian. Ia tidak tahu bahwa Isis kemudian mengembara lagi ke seluruh Mesir untuk kembali menyatukan jasad Osiris.

Ilustrasi Mesir kuno, dok: pixabay

Ketika Horus telah beranjak dewasa, Ra sang dewa matahari turun kembali ke dunia dan membentuk sebuah kerajaan tandingan di bawah pimpinan pharaoh Ra-Horakhty (yang sebenarnya adalah Ra sendiri). Kerajaan tandingan ini berseteru dengan kerajaan yang dipimpin oleh Set selama bertahun-tahun dan Horus adalah salah satu prajurit Ra-Horakhty.

Pada masa-masa awal perseteruan, Horus dan Set tidak pernah saling berduel satu-lawan-satu, tapi ketika pasukannya mulai habis, Set dan Horus mulai berhadap-hadapan secara langsung. Kadang Set unggul, kadang Horus yang unggul. Setidaknya Set pernah mencabik satu mata Horus sehingga Thoth harus mengganti mata Horus dengan mata lain yang beda warna, sementara Horus sendiri pernah mencabik alat vital Seth sehingga konon sejak itu dewa ini menjadi impoten.

Set memiliki tiga istri : Nepthys, yang melahirkan Anubis, Tawaret, dewi kuda Nil yang kemudian memihak Osiris, serta Neith, dewi perburuan, yang melahirkan Sobek (dewa buaya). Dari ketiga istri Set, hanya Neith yang ‘memihak’ pada Set. Ketika para dewa (diwakili Thoth dan Ptah) mencoba mendamaikan konflik Horus dan Set, Nepthys berdiri di pihak Horus dan mendesak Set untuk mengembalikan takhta Osiris pada Horus.

Namun Neith berujar, “Set harus mengembalikan istana Osiris pada Horus, jangan melakukan ketikadilan lagi atau aku akan buat langit runtuh menimpa seluruh Mesir. Tapi Amun-Ra harus juga harus dengar permohonanku berikan Set ganti rugi, lipatgandakan hak miliknya, dan berikan Anat dan Astarte (Tawaret) untuk menjadi istrinya.”

Mesir kemudian dibagi dua, Mesir Utara untuk Horus dan Mesir Selatan untuk Set. Tapi konflik kedua dewa ini masih saja berlangsung, bahkan konon sampai saat inipun masih berlangsung dan akan terus berlangsung sampai akhir zaman.

Selain itu Seth juga memiliki nama lain, yakni Set, Setekh, Sutekh, Sut, Suty, Dewa Merah. Ia diyakini sebagai dewa badai, dewa padang pasir, simbol kejahatan, kekacauan, Pharaoh Mesir Atas.

Meskipun Set adalah ‘penjahat’, sampai akhir Dinasti Mesir (sebelum Mesir diduduki oleh Romawi), para pharaoh selalu punya kebiasaan berdoa mohon keberanian pada Horus dan mohon kekuatan pada Set. Tidak akan ada Ma’at (keteraturan) tanpa Isfet (kekacauan), itulah alasan kenapa Set tetap dipuja.