Konten dari Pengguna

Kisah Mbah Sukur: Urban Legend dari Nusakambangan

Dukun Millenial

Dukun Millenial

INGAT!! Di dunia ini kita tidak pernah sendirian....

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dukun Millenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kakek, dok: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kakek, dok: pixabay

Ketika kita mendengar kata "Nusakambangan" seketika itu pula kita akan membayangkan sebuah Lembaga Pemasyarakatan yang amat mengerikan dan menyeramkan. Sebuah pulau yang terletak di wilayah Jawa Tengah ini memang terkenal karena adanya tempat penjara tahanan yang sangat "kejam".

Suasana kejam yang terbangun selama ini berhasil menyulap Nusakambangan menjadi kesan yang sangat mengerikan. Hal tersebut diyakini karena banyaknya kasus kematian karena memang di sana banyak kasus narapidana dengan hukuman mati. Selain itu, konon ada juga kabar tahanan yang mati akibat suasana di sana.

Banyaknya kasus kematian yang bekembang dari masa ke masa membuat Nusakambangan memiliki kisah angker hampir di setiap sudutnya.

Ilustrasi penjara horor, dok: pixabay

Salah satu kisah horor yang melegenda di Nusakambangan adalah mengenai keberadaan hantu Mbah Sukur. Sosok hantu laki-laki paruh baya ini diyakini oleh masyarakat Nusakambangan sebagai puncak dari keberadaan kisah horor lainnya. Artinya, hantu Mbah Sukur menjadi penguasa atau yang paling seram daripada kisah horor lain yang ada di sana.

Menurut kesaksian banyak orang di sana, penggambaran sosok Mbah Sukur ini sebenarnya hanyalah pria biasa pada umumnya. Namun, yang membuat bulu kuduk merinding adalah hantu tersebut sering menampakan tanpa kepala alias buntung lengkap dengan leher yang masih mengeluarkan darah segar.

Sosok Mbah Sukur biasanya akan muncul pada malam hari terutama pada waktu tertentu yang dianggap sakral oleh masyarakat setempat. Hantu ini biasanya muncul di di perlintasan ruas jalan hutan Nusakambangan.

Ilustrasi hutan angker, dok: pixabay

Kisah dari hantu Mbah Sukur ini memiliki beberapa versi, menurut sebagian percaya bahwa teror Mbah Sukur muncul berasal dari korban pembantaian pada masa penjajahan Belanda. Hantu Mbah Sukur yang biasa meneror orang tersebut sebenarnya bermaksud minta pertolongan agar dicarikan kepalanya yang putus dan hilang.

Menurut versi lain, hantu Mbah Sukur dipercaya berasal dari korban pembantaian tragedi penumpasan simpatisan PKI pada tahun kisaran 1965. Pada masa itu banyak sekali orang yang dibantai dan salah satunya adalah Mbah Sukur ini.

Selain penampakan hantu Mbah Sukur, banyak orang juga menyatakan bahwa di tempat-tempat lapas lain yang berada di Nusakambangan.

Hingga saat ini, kawasan Nusakambangan yang mayoritas adalah hutan tersebut memang menyimpan banyak misteri dan kisah angker yang berbeda setiap masanya. Meski zaman sudah berubah, nuansa angker tetap hadir di area Nusakambangan ini.