Konten dari Pengguna

Kisah Misteri Pulung Gantung, Bisa Hipnotis untuk Bunuh Diri

Dukun Millenial

Dukun Millenial

INGAT!! Di dunia ini kita tidak pernah sendirian....

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dukun Millenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bunuh diri, dok: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bunuh diri, dok: pixabay

Menjalani hidup di dunia memang penuh misteri karena kita tidak tahu pasti persoalan apa saja yang akan kita hadapi ke depan. Oleh karena itu banyak manusia yang berharap dirinya panjang umur supaya bisa mendapatkan jawaban hasil dari persoalan hidupnya selama ini. Namun, ada juga sebagian manusia yang putus asa dalam menjalani hidupnya dan sesegera mungkin ingin menyudahi semua persoalan duniawi dengan cara bunuh diri.

Bunuh diri memang biasanya dipacu oleh ketidakmampuan mental seseorang dalam mengatasi berbagai persoalan dalam hidupnya, sehingga berpikir bahwa satu-satunya jalan menyelesaikannya hanya dengan kematian.

Namun bagaimana jadinya jika bunuh diri bukan karena persoalan seperti di atas, melainkan karena pengaruh hipnotis alam gaib seperti kisah yang dialami Tukirah (nama samaran) pada 9 September 1989 di Dusun Siraman II, kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Tukirah, seorang perempuan muda meminta ibunya pergi membeli sawo untuk menyembuhkan kakinya yang sakit. Saat sang ibu kembali apa yang dia lihat, Tukirah sudah gantung diri di kusen ruang tamu rumahnya.

Ilustrasi perempuan Jawa, dok: pixabay

Dari kejadian tersebut banyak masyarakat yang menganggap bahwa Tukirah bunuh diri bukan karena depresi melainkan karena sebuah hipnotis yang dilakukan oleh benda gaib bernama Pulung Gantung.

Menurut para tetangga, rumah Mbok Tumikem, ibunya, ketiban (kejatuhan) pulung gantung, yaitu roh jahat yang berwujud bola cahaya sebesar kepalan, berekor, dan berwarna hijau kemerahan.

Peristiwa itu bukan yang terakhir. Beberapa bulan setelah Tukirah tewas, anak Mbok Tumikem yang lain, Solinah, ditemukan tewas gantung diri dengan setagen. Kata orang, gara-gara pulung gantung datang untuk kedua kalinya ke rumah janda malang itu.

Ilustrasi tali gantung diri, dok: pixabay

Empat bulan kemudian, di sebuah dusun sebelah tenggara kediaman Mbok Tumikem, Noto Triman didapati tewas gantung diri. Lalu pada hari Rabu Kliwon 9 Oktober 1991, Ngadimin alias Surip, warga Dusun Ngandong, Kecamatan Patuk di Kabupaten Gunung Kidul pula, mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri.

Misteri soal Pulung Gantung ini memang belum terpecahkan hingga saat ini terutama soal kebenaran berita yang beredar konon katanya jika seseorang melihat benda ini maka akan terjadi dorongan dalam diri yang melihat tersebut untuk melakukan bunuh diri.

Selain itu, benda yang menurut banyak saksi mirip banaspati (bola api) ini juga belum diketahui asal muasalnya apakah benda kiriman dalam praktik ilmu hitam atau memang murni gangguan iblis dan sebangsa jin lainnya yang tentu saja tujuannya ialah untuk menyesatkan pikiran manusia.

Sumber kisah: Kaskus

Semua tokoh hanyalah fiktif