Kuburkan Kucingnya, Sepantasnya…
Tulisan dari Dukun Millenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kalau kucingnya kayak gini, masih sayang? (Foto: litlepups.net)
Dewasa ini, jadi jomblo dan melihara hewan atau tumbuhan jadi tren yang rasa-rasanya edgy banget. Semacem life goals. Ayo ngaku siapa yang cat person?! (Gue ngacung hehe). Tapi, buat orang-orang kayak temen gue, sebut si Tendy, yang sejijik-jijiknya itu sama kucing, bodo amat edgy bodo amat life goals. Kucing tetep menjijikan dan tidak seharusnya ada di muka bumi.
Dan bohong, bro, kalau kucing dibilang punya 9 nyawa. Buktinya pas suatu hari Tendy lagi bawa mobil dan ada kucing kelindes, kucingnya langsung wafat aja. Gak bangkit lagi untuk membuktikan nyawanya lebih dari 1. Dan di saat seperti inilah Tendy cerita ke gue.
Doi ternyata punya trauma sama kucing. Konon, budaya Islam mengajarkan orang untuk menguburkan kucing dengan semestinya. Mitosnya, kalau nggak gitu, kita bakal ketimpa petaka. Itu yang terjadi pada bapaknya si Tendy. Tendy kecil sama bapaknya yang jadi pengacara, menumpas orang jahat katanya. Setiap bapaknya mau berangkat naik mobil, Tendy selalu bawain tas bapaknya sampe ke deket mobil, dan ngingetin bapaknya untuk selalu semangat dan hati-hati di jalan.

Kucing-kucing ricuh di pemakaman bapaknya... (Foto: tvtropes.com)
Suatu pagi, bapaknya buru-buru banget berangkat kerja. Tergilaslah seekor anak kucing, mengenaskan di deket rumah. Tendy kecil ngeliat kejadian itu, tapi diem aja seharian. Anak kucingnya sampai nyatu sama jalan, benyek dan berdarah-darah, bercampur sama isi perut si kucing. Malemnya, si bapak gak pulang. Doi dapet kabar bapaknya kena kecelakaan mobil, mobilnya nabrak pohon dan kebakar. Bapaknya gak selamat. Waktu lagi pemakaman, banyak kucing mengeong-ngeong. Salah satunya ada seekor, udah gede, mirip sama si anak kucing yang kegiles. Mungkin ibunya si anak kucing.
Tendy langsung nyobek kaos putih yang dia bawa di tas, dan dengan sangat jijik, dia bungkus si kucing yang baru aja dia giles malem itu. Gue juga bantu dia ngubur si kucing di tanah deket situ. Setelah selesai, ada suara kucing, pilu banget, dari belakang kita. Paling nggak, paling nggak kucingnya udah kita kubur. Untungnya kita gak kena sial setelah itu.

Wujud kucing yang kami tabrak waktu itu… (Foto: theanimalstalk.blogspot.com)
Tapi, cerita tentang bapaknya, wujud anak kucing yang digiles bapaknya, dan kucing-kucing yang dateng ke pamakaman bapaknya, selalu, selalu si Tendy inget.

