Lemari Tua dan Penghuni di Dalamnya (1)

INGAT!! Di dunia ini kita tidak pernah sendirian....
Tulisan dari Dukun Millenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bangsawan Sambas Prakolonial. (Foto: sultansinindonesiablog.wordpress.com)
Pada zaman prakolonial, Indonesia masih kental dengan mistisitas, sampai orang-orang Eropa datang membawa modernitas. Misalnya mistisitas yang masih nyangkut di Indonesia dari zaman leluhur tuh ada di Kalimantan.
Pada zaman kolonial, orang-orang Eropa datang ke Indonesia. Mereka mengambil rempah-rempah dan mendatangkan modernitas. Padahal, dulunya zaman leluhur kita masih rame aja gitu, dan kita gak semodern ini, masih kental dengan mistisitas. Di sini gue gak peduli mana lebih baik lebih buruk antara mistis/tradisional dengan modern dan gak niat bahas juga. Tapi faktanya, mistisitas memang mengerikan buat kita sekarang. Misalnya yang masih nyangkut dari zaman leluhur tuh di Kalimantan.

Lemarinya sebesar ini, hanya prototype. (Foto: yihuatimber.en.alibaba.com)
Temen gue, sebut aja Farhan, itu asli Pontianak. Tapi leluhurnya bro, ningrat dari Sambas! Yang punya kerajaan sebelum masa penjajahan Belanda. Keren abis. Neneknya si Farhan, sebut saja Melati, dulu masih tinggal di Sambas juga. Pas doi mo pindah ke Pontianak, kakek Nek Melati ini nyuruh doi bawa satu lemari gedeee banget dengan bahan kayu khas bangsawan Sambas. Kayu Belian. Nek Melati nurut. Sampai tua, si Nek Melati masih melihara lemari dari kakeknya, bahkan sampai setelah udah beranak-pinak.
Masalahnya, semenjak Nek Melati sakit-sakitan, mulai terjadi banyak keanehan di rumahnya. Suatu kali, Farhan main ke rumah Nek Melati. Dia tidur di salah satu kamar bareng sepupu-sepupunya. Pokoknya malam itu semua orang udah di kamar, yang terakhir masuk kamar Farhan dan sepupu-sepupunya.

Makanan entah siapa yang ambil, penuh belatung. (Foto: livescience.com)
Anehnya, pagi berikutnya di meja makan ada piring yang penuh dengan makanan lengkap. Udah penuh belatung. Padahal gak ada yang keluar malem itu buat ambil makan…
