Konten dari Pengguna

Makam Gantung Sang Pemilik Ajian Pancasona

Dukun Millenial

Dukun Millenial

INGAT!! Di dunia ini kita tidak pernah sendirian....

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dukun Millenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Makam Gantung di Blitar, Dok: paguyubandjojodigdo
zoom-in-whitePerbesar
Makam Gantung di Blitar, Dok: paguyubandjojodigdo

Tidak sedikit budaya terkait hal-hal gaib yang ada di Indonesia. Sebut saja dalam dunia supranatural ada istilah orang yang kebal terhadap senjata api dan senjata tajam. Seperti salah satunya pengguna ajaran ilmu Pancasona merupakan contoh kecil dari banyaknya jenis ilmu kekebalan.

Selain Pancasona ada juga ajian Rawarontek dan Brajamusti. Ajian Pancasona memiliki ciri khas tersendiri dalam kisah-kisah ilmu gaib di Indonesia. Terkait dengan ajian Pancasona, ternyata terdapat sebuah makam sang pemilik ajian ini yang populer dengan nama "Makam Gantung".

Ajian Pancasona diyakini membuat penggunanya menjadi kebal, dok: pixabay

Makam Gantung Pesanggrahan Djojodigdo terletak di kota Blitar, Jawa Timur. Kesan mistis makam ini sangat dikenal masyarakat. Konon, jasad yang ada di dalam makam tersebut harus digantung agar tidak kembali hidup karena kesaktian ajian pancasona yang dimiliki jasad tersebut.

Mendengar nama makam gantung pasti banyak orang yang bertanya-tanya jika makam Mas Ngabehi Bawadiman Djojodigdo, yang merupakan Patih Blitar sekaligus pemilik ilmu Pancasona ini benar-benar digantung. Banyak orang yang salah mengira tentang makam gantung tersebut. Banyak yang mengira yang dikubur dengan cara digantung tersebut adalah sosok eyang Djojodigdo.

Ilustrasi pedang, dok: pixabay

Sebenarnya, eyang Djojodigdo sang pemilik aji Pancasona dimakamkan dengan cara seperti manusia pada umumnya. Sedangkan yang digantung itu adalah pakaian dan senjata beliau yang berwujud gaib, sehingga tidak sembarang orang dapat melihat benda-benda tersebut.

Itulah sedikit pembahasan mengenai makam gantung sang pemilik ajian Pancasona di Blitar, Jawa Timur.