Membela Harkat dan Martabat Kuntilanak

INGAT!! Di dunia ini kita tidak pernah sendirian....
Tulisan dari Dukun Millenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
“Kuntilanak...!!! Astagfirullah......,”

Ilustrasi Kuntilanak (Foto: www.hype.idntimes.com)
Hantu juga punya gengsi. Mereka, spesies halus itu, perlu untuk menjaga reputasinya sebagai makhluk hidup. Tak heran, mereka juga akan memiliki berbagai cara untuk menegaskan eksistensinya. Seperti yang dialami oleh seorang ketua RW di daerah Bandung.
Cerita tentang hantu yang bergengsi ini gue ketahui dari salah satu temen gue, sebut saja namanya Doni. Doni orang Bandung asli, bertempat tinggal di Komplek Suka Asih, Ujung Berung. Cerita tentang hantu bergensi pun ia dapatkan dari apa yang terjadi di kompleknya, setidaknya begitulah pengakuannya.
“Suatu hari, warga komplek gue digegerkan dengan sosok astral,” begitu ujar Doni mengawali cerita.
Santernya kemunculan sosok astral menjadi bahan perbincangan di kalangan tukang ojek daerah berbukit itu. Ramai dibicarakan, sosok yang merupakan ketua RW setempat pun lantas penasaran dan mempertanyakan kebenaran dari gosip itu.
“Punten... ada apa ini ramai-ramai? Saya dengar ada hantu ya di dekat rumah Mang Bejo?” tanya pak RW.
Akhirnya, tukang ojek setempat menceritakan pada pak RW bahwa ada sosok astral yang berdiam di pohon nangka samping rumah Pak Bejo. Mereka menceritakan bahwa suatu malam, Bu Tukiyah yang pergi untuk mengantarkan terasi ke rumah Pak Bejo dikagetkan oleh sosok serba putih dari atas pohon nangka tersebut.
Mendengar cerita tersebut, pak RW tak percaya. Ia pun memutuskan untuk menelusurinya sendiri. Beberapa malam setelahnya, pak RW menjadwalkan diri untuk mengecek pohon nangka dekat rumah Pak Bejo. Namun tak pernah ia dapati sesosok apapun, hanya binatang-binatang dan kelalawar yang beterbangan kesana-kemari.
Keesokan harinya pak RW mendatangi kumpulan ojek yang masih membicarakan sosok astral di pohon nangka Pak Bejo.
“Mana Mang ah, saya tiap malem ngecek ke pohon nangka deket rumah Pak Bejo gak ada apapun tuh,” ujar pak RW.
“Eh pak, asli itu angker, nanti malem saya temenin deh kesana, soalnya saya tiap kesana selalu melihat sosok itu,” ujar salah satu tukang ojek yang mangkal.
Malamnya, mereka pun pergi ke tempat yang dituju. Sesampainya disana, mereka pertama-tama mendengar suara kecauan anak ayam yang gaduh. Mereka mulai was-was. Hingga sampailah mereka di tempat yang dituju. Benar lah firasat mereka, ada suara seperti orang mengayunkan kakinya dari atas pohon.
Perlahan-lahan mereka berdua mulai melihat ke atas pohon tersebut. Betapa terkejutnya mereka, mendapati ada sosok berambut hitam panjang dengan pakaian serba putih sedang duduk dengan santainya di atas pohon tersebut.
“Kuntilanak...!!! Astagfirullah......,” seru pak RW dan tukang ojek.
Mendengar teriakan pak RW dan si tukang ojek, sosok serba putih dari atas pohon nangka tersebut malah menanggapi dengan santai:
“gak apa-apa keles gue kuntilanak, dari pada situ tukang ojek,” ujar sosok tersebut.
