Mengupas Cara Kerja Pawang Hujan yang Dilakukan Mbak Rara

INGAT!! Di dunia ini kita tidak pernah sendirian....
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Dukun Millenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia berhasil menggelar perhelatan MotoGP pertama yang dilaksanakan di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat yang dijuarai oleh Miguel Oliveira, pembalap dari tim Red Bull KTM.
Namun, ada yang unik yang menjadi sorotan publik para balapan MotoGP tersebut, dimana kompetisi yang seharusnya digelar pada pukul 14:00 WIB sempat diundur karena hujan deras dan sambaran petir. Sosok Raden Rara Isti Wulandari atau yang kerap disapa Mbak Rara lantas menjadi viral sorotan karena tugasnya sebagai pawang hujan.
Mbak Rara yang kala itu berusaha membendung hujan lantas membuat heboh para penonton baik di lokasi Sirkuit maupun yang menyaksikan secara tak langsung. Kehebohan tersebut terjadi karena sangat jarang ada pawang hujan di event terutama MotoGP ditambah aksinya sangat mencolok perhatian publik.
Meski sempat diguyur hujan dan petir, akhirnya pelaksanaan MotoGP tersebut berjalan lancar dan tak sedikit yang memberi tepuk tangan kepada Mbak Rara karena hujannya berhasil mereda. Lantas, timbul beberapa pertanyaan, apakah bisa hujan diberhentikan? Dan apakah hal tersebut menentang hukum alam?
Secara garis besar, pawang hujan sah-sah saja dan sepertinya tidak menyalahi aturan mana pun karena kebanyakan pawang hujan tentu saja bukan "memberhentikan" hujan yang sudah diturunkan. Namun, konsep utama pawang hujan adalah berusaha dan berdoa meminta kepada tuhan agar hujan tidak turun di lokasi yang ia akan gunakan untuk kepentingannya.
Seperti pada kasus Mbak Rara, ia secara terang-terangan mengungkap kepada media bahwa ia berdoa meminta kepada Tuhan agar hujan tidak turun di Mandalika.
Nah, dalam upaya pawang hujan ini setidaknya ada 3 konsep atau cara kerja pawang hujan,
1. Memindahkan
Cara kerja yang pertama dan biasanya yang paling sering digunakan pawang hujan adalah dengan cara memindahkan hujan. Biasanya, pada kejadian ini si pawang akan meminta agar hujan yang mestinya jatuh di lokasi A dipindahkan ke lokasi B sehingga hujan akan berpindah dengan jumlah dan debit yang sama. Cara kerja yang pertama ini bisa dilakukan jika lokasi di dekat A tidak akan turun hujan, jika lokasi dekat A misal B dan C hujan maka cara kerja ini tidak bisa dipakai.
2. Menunda
Yang kedua adalah dengan cara menunda turunnya hujan, cara yang kedua ini biasanya dilakukan ketika lokasi yang kita inginkan tidak hujan di waktu tertentu saja. Seperti pada kasus Mbak Rara bisa diperkirakan ia menggunakan cara ini karena hujan diturunkan di pagi hari namun meminta agar siang hari tidak hujan. Namun, resiko dari cara ini biasanya hujan akan diturunkan dengan singkat namun ekstrim karena diiringi angin dan petir.
3. Membagi
Cara ketiga yang juga biasa dilakukan para pawang hujan adalah dengan membagi hujan yang turun dengan lokasi lain, sehingga hujan yang turun di lokasi yang kita inginkan tak terlalu banyak dan masih bisa diantisipasi. Cara kerja ini sama seperti cara pertama yakni bisa dilakukan apabila lokasi terdekat dalam kondisi tidak diturunkan hujan.
Nah demikian penjelasan mengenai konsep kerja pawang hujan ini, secara garis besar kita manusia memang sah-sah saja meminta dan berdoa kepada tuhan dalam bentuk apapun selagi bertujuan baik.
