Misteri Pengetok Pintu Kosan

INGAT!! Di dunia ini kita tidak pernah sendirian....
Tulisan dari Dukun Millenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Suatu malam dikosan, gue belum bisa tidur dikarenakan tugas kuliah yang besok harus segara di kumpul. Maka dengan terpaksa, malam itu gue lembur semalaman.

Ilustrasi Kosan (Foto: Duniaku)
Kemari siang, ada berita mengenai wafatnya salah satu penghuni kos di lantai 2. Kabarnya dia ditemukan telah meninggal tanpa sebab yang pasti di dalam kamarnya sendiri, penyebab kematian diyakini karena sakit jantung.
Kabar ini gue dapatkan saat keesokan harinya saat gue pulang dari kampus malam hari. Si penjaga kosan gue yang menceritakannya. Karena sudah malam dan gue juga harus mengejar deadline tugas kuliah, cerita mengenai kematian salah satu penghuni kosan tersebut tidak terlalu gue pedulikan.
Malam itu juga gue langsung masuk ke kamar, membuka laptop, dan langsung mengerjakan tugas kuliah tersebut. Tidak terasa sudah jam 1 dini hari, artinya tidak terasa sudah dua jam gue duduk sambil mengerjakan tugas kuliah tersebut.
Suasana di luar kosan sepertinya sangat sepi, tidak terdengar ada suara anak-anak penghuni kamar lain yang biasanya sering sekali nongkrong di teras kosan. Tidak peduli dengan hal itu, guepun tetap dengan fokus mengerjakan tugas kuliah.
Namun tidak berapa lama, terdengar suara ketokan pintu dari luar. Ketokan itu berasal dari luar pintu kamar sebelah gue. Terdengar memang sangat jelas dan keras, akan tetapi si penghuni kamar sepertinya tidak keluar, dan ketokan itupun berhenti. Setelah itu, tiba-tiba penghuni kamar sebelah lainnya keluar untuk memeriksa, dan penghuni kamar yang pintunya tadi diketokpun juga ikut keluar.
“tadi dengar suara pintu diketok nga?” Tanya salah satu penghuni.
“nga bang, emang tadi ada yang ngetok pintu?” jawab si penghuni yang pintu kamarnya di ketok.
“lho, lu nga denger? Tadi ada suara orang ngetok pintu kamar luu, keras banget, makanya gue bangun dan keluar”
“hah? Masa sih bang?”
Itulah perbincangan yang gue dengar dari mereka berdua saat gue sedang dengan asiknya mengerjakan tugas kuliah. Entah mana yang benar dan mana yang gila, gue juga nga mengerti. Intinya sampai sekarang, tidak ada yang tahu siapa pelaku pengetok pintu tersebut.
