Entertainment
·
17 April 2021 15:12

Misteri Tanjakan Banganga, Lelembut Pemakan Nyawa

Konten ini diproduksi oleh Dukun Millenial
Misteri Tanjakan Banganga, Lelembut Pemakan Nyawa (584530)
Ilustrasi jalanan horor, dok: pixabay
Bagi masyarakat Kabupaten Pandeglang, Banten barangkali sudah tidak asing dengan jalan Banganga yang menjadi akses alternatif menuju pantai Carita, sebagian juga menyebutnya dengan tanjakan Bangangah karena ruas jalan ini memang mayoritas tanjakan dan turunan karena jalur ini mengitari Gunung Pulosari.
ADVERTISEMENT
Ketika mendengar tanjakan Banganga, seketika warga sana diselimuti kesan angker yang sangat luar biasa ditambah pernah adanya sebuah tragedi kecelakaan satu rombongan truk yang berisi anak sekolah membuat semakin membuat merinding suasana di jalanan tersebut.
Banyaknya kejadian-kejadian kecelakaan yang dikaitkan dengan peranan para makhluk gaib membuat tanjakan ini sering disebut tanjakan maut.
Misteri Tanjakan Banganga, Lelembut Pemakan Nyawa (584531)
Ilustrasi jalan hutan, dok: pixabay
Tanjakan sepanjang 500 meter dan memiliki kemiringan hampir 50 derajat tersebut hingga kini masih diselimuti dengan hawa angker dan horor. Selain itu berbagai mitos juga sering dikaitkan dengan penyebab terjadinya kecelakaan.
Warga disana menyebut tanjakan herit (angker) itu lantaran meyakini banyaknya lelembut yang hinggap di sana dan sering meminta tumbal atau korban jiwa. Kehadiran sebangsa astral tersebut dikaitkan dengan lokasinya yang masih dekat dengan gunung Pulosari dan di gunung itulah lokasi utama tersimpannya kerajaan para jin.
ADVERTISEMENT
Menurut kesaksian warga di sana, hampir semua yang pernah melewati jalur ini di malam hari pasti mengalami gangguan mistis. Mulai dari aroma melati, bau bangkai, lemparan benda jatuh seperti batu, jeritan seseorang, bahkan sosok hitam tinggi yang sering mondar mandir menghiasi suasana angker di sana.
Misteri Tanjakan Banganga, Lelembut Pemakan Nyawa (584532)
Tanjakan Banganga, Pandeglang dok: Instagram/aflhexsakmal
Para penghuni gaib di sekitaran ruas jalan tersebut diyakini sebagai bentuk kegiatan dari kerajaan jin yang ada di gunung Pulosari, jadi ibaratkan sebuah kerajaan yang memiliki teritorial, maka jalanan Banganga ini menjadi sebuah spot pesugihan dari sebangsa jin yakni dengan mencari tumbal.
Secara sekilas penampakan jalan ini memang lumayan menyeramkan sekalipun pada siang hari, dengan dipenuhi pepohonan dan jurang di seberangnya membuat para pengendara harus ekstra hati-hati. Selain itu kondisi kendaraan juga perlu diperiksa terlebih dahulu jika ingin menaklukan tanjakan ini sebagai bentuk antisipasi.
ADVERTISEMENT
Meskipun ruas jalan tersebut memiliki banyak mitos yang menyelimutinya, akan tetapi tidak bisa dipungkiri aksesnya memiliki banyak manfaat terutama dalam kegiatan ekonomi dan pariwisata di sana dan menyambungkan banyak wilayah.