Mitos soal Larangan Membiarkan Dompet Kosong Tanpa Uang

INGAT!! Di dunia ini kita tidak pernah sendirian....
Konten dari Pengguna
6 April 2020 23:04
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Dukun Millenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dompet kosong, pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Dompet kosong, pixabay
ADVERTISEMENT
Pernahkah kamu mengalami kondisi di mana uang dalam dompetmu sama sekali kosong tak berisi. Biasanya hal ini terjadi pada para mahasiswa perantau yang mengalami kesulitan transfer kiriman dari orangtuanya.
ADVERTISEMENT
Nah jika memang itu terjadi pada dirimu juga, saya sarankan berhati-hatilah karena di Indonesia ada mitos yang mengatakan jika uang kita sama sekali tak ada yang hinggap di dalam dompet alias kosong sekali, maka akan sulit mendapatkan uang selanjutnya.
Isi kantong kosong, dok: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Isi kantong kosong, dok: pixabay
Dalam mitos yang lumayan fenomenal ini dipercaya ketika isi dompet kita sama sekali kosong, maka kita akan kesulitan untuk memancing uang lainnya datang masuk kedalam dompet kita. Tak masuk di akal memang, namun melalui perjalanan spiritual yang panjang saya menemukan beberapa kasus terbukti benar bahwa ketika dompet kita ada isi uangnya berapa pun itu (biasanya 1 lembar 10 ribu) maka akan terjadi kelancaran hadirnya uang-uang lain masuk kedalam dompet kita.
Jadi menurut mitos ini kita harus menyisakan selembar uang berapa pun itu untuk dijadikan umpan kepada uang liar yang berkeluyuran di luaran sana masuk ke dalam dompet kita.
Mancing, dok: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Mancing, dok: pixabay
Selain informasi di atas, dalam mitos ini juga meyakini ketika ada uang yang terselip dalam dompet berapa pun nominalnya, jangan diganti dengan uang yang lain dalam nominal yang sama. Bahkan beberapa pakar supranatural mempercayai uang tersebut mampu memperlancar usaha seseorang. Kalo menurut saya pemahaman ini berlebihan dan tidak patut untuk ditiru.
ADVERTISEMENT
Tetapi jika niatan kita untuk menjaga tradisi orang tua dan leluhur, maka sepatutnya kita mempertahankan mitos ini agar selalu menjadi kekayaan budaya di negara kita.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020