Konten dari Pengguna

Mitos Wong Alas Carang Purbalingga, Simpan Kekuatan Misterius

Dukun Millenial

Dukun Millenial

INGAT!! Di dunia ini kita tidak pernah sendirian....

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dukun Millenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi suku pedalaman, dok: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi suku pedalaman, dok: pixabay

Indonesia memang memiliki kekayaan alam juga keberagaman bahasa dan suku bangsa yang sangat melimpah. Mulai dari Sabang sampai Merauke rasanya akan sulit untuk menghitung berapa jumlah suku dan bahasa yang ada di nusantara ini.

Biasanya setiap suku memiliki ciri khas dan keunikan masing-masing, seperti kisah dari suku Wong Alas dari Purbalingga atau lebih dikenal dengan Suku Pijajaran.

Berbeda dengan ciri khas suku pada umumnya, Suku Pijajaran ini dikenal memiliki kekuatan mistis yang sangat kental dan cenderung menjadi sebuah legenda misteri cerita rakyat yang hangat diperbincangkan di tengah masyarakat.

Suku Pijajaran atau disebut juga sebagai Suku Carang Lembayung merupakan kisah turun temurun yang beredar di kalangan masyarakat terutama di daerah pegunungan sebelah utara Purbalingga.

Selain misteri tentang kekuatan mistisnya, konon keberadaan dari suku ini juga sebenarnya masih menjadi misteri, karena belum ada pembuktian secara pasti bagaimana penampilan dari suku tersebut.

Dari banyaknya versi cerita tentang Suku Pijajaran, ada satu kisah yang sangat familiar dan umum beredar yakni mengenai sejarah lahirnya suku ini.

Ilustrasi hutan pedalaman, dok: pixaabay

Konon, suku ini tadinya adalah bangsawan dari Kerajaan Pajajaran yang bernama Raden Mundingwangi yang melakukan semedi di Pegunungan Ardi Lawet bersama rombongan pengikutnya.

Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan Syekh Atas Angin, yakni seorang penyebar agama Islam dan terjadi adu ilmu kesaktian. Singkat cerita, Raden Mundingwangi kemudian kalah dan menyatakan diri masuk Islam serta berganti nama menjadi Syech Jambu karang.

Namun, ternyata tidak semua pengikutnya mengikuti jejak sang Raden, sebagian rombongannya tetap dengan keyakinannya dan mengasingkan diri di hutan belantara, para rombongan inilah yang menjadi Suku Pijajaran atau Wong Alas tersebut.

Ilustrasi tempat suci, dok: pixabay

Semenjak kejadian itu, banyak yang meyakini bahwa para suku pedalaman itu membuat sebuah peradaban di tengah hutan dengan sembunyi-sembunyi dan tetap mengembangkan kekuatan ilmu gaibnya yang sempat diajarkan oleh sang Raden.

Meski masih menjadi misteri, banyak rumor yang mengatakan bahwa sosok suku ini tidak seperti manusia pada umumnya. Karena faktor evolusi dan juga ajaran ilmu gaib, konon penampilan mereka menyerupai manusia jadi-jadian dengan postur manusia bungkuk dengan cakar panjang mirip harimau dan kaki lebar serta berjalan jinjit.

Selain itu juga yang paling terkenal adalah ilmu gaibnya yang konon bisa mengutuk seisi desa dan meneror kehidupan manusia jika kehidupan mereka terusik oleh kehadiran makhluk lain.

Akan tetapi, sebagian orang menganggap bahwa rumor itu hanyalah mitos belaka dan suku Pijajaran sebenarnya manusia biasa yang menghuni hutan pedalaman.