Konten dari Pengguna

Puasa Mutih untuk Apa Saja?

Dukun Millenial

Dukun Millenial

INGAT!! Di dunia ini kita tidak pernah sendirian....

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dukun Millenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nasi menjadi ciri khas dalam puasa mutih, dok: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Nasi menjadi ciri khas dalam puasa mutih, dok: pixabay

Puasa merupakan sebuah gaya hidup atau tradisi menjaga sistem pencernaan libur dalam beberapa jam. Kegiatan puasa ini biasanya diterapkan di agama Islam pada bulan Ramadhan, selain agama Islam puasa juga dilaksanakan di beberapa agama lain.

Dalam agama Budha puasa dikenal dengan Uposatha, dalam agama Katolik puasa pra-Paskah berlangsung selama 40 hari, dihitung dari hari Rabu Abu hingga Jumat Agung. Dalam agama hindu juga ada Upawasa, Upawasa ada yang wajib ada juga yang tidak wajib.

Puasa mutih, dok: pixabay

Nah Sobat Dukun, selain beberapa penjelasan puasa di atas ada juga puasa yang akrab di dunia perdukunan, yakni puasa mutih. kali ini kita mau ngebahas apa itu Puasa putih dan untuk apa saja biasanya puasa putih dilakukan.

Puasa mutih sendiri menurut penganut ajaran kejawen adalah puasa yang dilarang makan minum selain nasi putih dan air putih. Puasa yang satu ini dipercaya memiliki manfaat untuk melatih sensitifitas terhadap energi di sekitar baik berkaitan dengan kejiwaan maupun kemanusiaan.

Biasanya orang yang pernah melakoni puasa ini memiliki sifat pribadi yang rendah hati dan peka terhadap nilai-nilai kemanusiaan terutama yang ada di sekitarnya.

Selain itu, puasa mutih juga dalam dunia perdukunan biasa dilakukan dalam ilmu Laduni, sama seperti puasa mutih pada umumnya dilarang mengkonsumsi nasi dan air putih.

Ilmu Laduni dipercaya mampu meningkatkan kinerja otak, dok: pixabay

Ilmu Laduni sendiri dikenal sebagai ilmu untuk menambah daya ingat si pelakon dalam menuntut ilmu sehingga mudah dalam menghafal atau secara singkat membuat sistem kerja otak meningkat.

Nah puas mutih juga banyak diterapkan sebagai syarat dalam melakoni ilmu Brajamusti, Pancasona, dan Rawarontek.

Bagaimana tanggapanmu terkait puasa mutih ini? kira-kira untuk apa saja puasa ini dilakukan?