Konten dari Pengguna

Taksi Pengangkut Arwah

Dukun Millenial

Dukun Millenial

INGAT!! Di dunia ini kita tidak pernah sendirian....

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dukun Millenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seorang supir taksi diduga mengangkut seorang penumpang misterius. Ia diduga mengangkut arwah dari gerbatama UI ke sebuah daerah di Bintaro.

Taksi Pengangkut Arwah
zoom-in-whitePerbesar

Foto: rayapos.com

Apa jadinya bila kita benar-benar telah mengharapkan sesuatu, berusaha keras untuk sesuatu itu, dan hanya tinggal selangkah untuk mewujudkan, tiba-tiba semua sirna atas kondisi-kondisi yang tak bisa kita kontrol? Tentu akan sangat mengecewakan. Bahkan saking kecewanya, apapun aktifitas yang kita lakukan selalu terbayang akan hal itu. Well, itu mungkin cuma berlaku bagi kita manusia-manusia yang masih bernafas. Tapi apa jadinya pada orang-orang yang telah meninggal?

Konon kekecewaan semacam itu dapat menjadi semacam ‘tali’ yang mengikat sang arwah untuk pergi ke ‘nirwana’. Itulah asal-usul dari adanya apa yang kita sebut sebagai ‘arwah penasaran’. Berhubungan dengan ‘arwah penasaran’, gue punya sebuah cerita tentang ‘arwah penasaran’ di sebuah kampus besar, UI.

Di UI beredar sebuah kasus dimana terdapat sesosok makhluk astral yang menyamar sebagai mahasiswi, dan suka naik taksi. Suatu kejadian misterius pernah terjadi menimpa salah seorang supir taksi yang ‘ngetem’ di halte gerbatama (gerbang utama) UI.

Suatu malam, pak supir ‘ngetem’ di halte gerbatama. Ia berharap akan dapat satu penumpang. Tak lama kemudian, terkabulah harapan pak supir. Ia mendapati seorang penumpang perempuan, yang merupakan mahasiswa UI, yang hendak pulang ke rumahnya di daerah Bintaro. Perjalanan terasa baik-baik saja, hingga sampailah ke lokasi tujuan.

Setelah sampai di lokasi, si mahasiswi turun dan meminta pada pak supir untuk menunggunya mengambil uang ongkos di dalam taksi. Setalah beberapa lama, pak supir mulai tak sabar menunggu. Sekitar 1-2 jam pak supir itu menunggu namun si mahasiswi tak kunjung kembali. Maka diketoknyalah rumah si mahasiswi itu untuk berbicara pada orang rumah tersebut.

Setelah membicarakan ihwal kepentingannya, terkejutlah si supir mendapati orang-orang rumah menangis. Maka diceritakanlah pada si supir tentang seorang anak perempuan di rumah itu yang meninggal kecelakaan di gerbatama UI, persis sebelum hari wisudanya. Mendengar cerita itu, si supir hanya terpelongo, masih tak percaya ia telah mengangkut seorang arwah. Melihat si supir terpelongo, Ayah si mahasiswi segera memberikan uang ongkos pada pak supir dan meminta maaf atas kejadian tersebut.