Tewasnya Seorang Gadis Akibat Kerasukan

INGAT!! Di dunia ini kita tidak pernah sendirian....
Tulisan dari Dukun Millenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bagi kalian yang pernah menonton film ‘Paranormal Activity’, tentu kalian sudah tak asing lagi tentang operasi eksorsisme. Ternyata, operasi seperti itu bukan isapan jempol semata. Hal itu pernah benar-benar terjadi di dunia ini. Setidaknya ada satu kasus yang menarik, sebuah kasus yang dialami Anneliese Michel.

Praktek Eksorsisme Terhadap Anneliese Michel (Foto: www.allthatsinteresting.com)
Hari itu, setelah merenggang nyawa dalam berbagai operasi eksorsisme, Anneliese Michel ditetapkan meninggal akibat dehidrasi dan kekurangan gizi. Tak pelak, hal itu menjadi dakwaan kuat untuk menjebloskan beberapa pendeta yang melakukan operasi pengobatan teologis. Namun, benarkah Anneliese meninggal karena dehidrasi dan kekurangan gizi? Betulkah itu gejala medis yang sepenuhnya dapat dijelaskan secara ilmiah?
Anneliese Michel adalah seorang gadis Katolik Jerman yang taat. Konon ia sering tidur di lantai kosong sebagai ‘reparasi’ atas dosa-dosa orang lain. Namun, hal itu tidak berlangsung selama ia hidup. Ketika ia berumur 16 tahun, ia dikabarkan menderita kejang-kejang. Ia menjelaskan bahwa ia merasa seolah ada sosok tubuh besar yang duduk di dadanya. Itulah bagaimana Anneliese yang saleh ini kemudian diduga dirasuki oleh setan.
Anneliese mengaku bahwa ia mendengar suara-suara yang mengatakan pada dirinya bahwa ia telah dikutuk dan ‘direbus di neraka’. Sontak hal itu membuat keluarga segera memanggil seorang dokter kejiwaan. Namun naas, sang dokter justru semakin khawatir karena kondisi Anneliese yang semakin memburuk. Suara-suara itu mulai memberikan perintah, baik berupa nyanyian, bisikan, atau melalui papan ouiju. Sampai pada tahun 1973, ia menderita depresi berat dan membuatnya ingin bunuh diri. Perilakunya semakin aneh, ia merobek baju, makan laba-laba dan batu bara, serta menjilati air kencingnya sendiri di lantai.
Dua tahun kemudian, seorang teman dari Anneliese mengaku bahwa Anneliese tidak mampu berjalan melewati ikon Yesus Kristus dan menolak untuk meminum air sucinya. Hal ini mengindikasikan bahwa ia menderita kerasukan setan, sehingga membuat orang tuanya memanggil paranormal.
Sebab kondisi yang semakin memburuk, Gereja Katolik akhirnya memberikan izin untuk ritus eksorsisme. Operasi itu dilakukan selama sekitar sepuluh bulan dengan total enam puluh tujuh sesi eksorsisme, satu atau dua kali dalam seminggu. Selama operasi itu, Anneliese menunjukan gelagat yang buruk. Ia mengamuk, butuh tiga orang dewasa untuk menjatuhkannya.
Waktu terus berlalu, tubuhnya semakin kuat. Ia dirantai di tempat tidurnya. Keadaannya semakin mengkhawatirkan. Ia berbicara dalam bahasa yang berbeda dengan berbagai suara. Pernah suatu ketika ia berbicara dalam bahasa Ibrani: “Kami adalah orang-orang yang diam di dalamnya. Saya salah satu yang tinggal di dalam Kain”. Hal itu berlangsung beberapa waktu.
Pada tanggal 30 Juni 1976, Anneliese nampak tenang. Tubuhnya mulai menjadi sangat lemah. Kala itu, ketika ia berbicara pada Ibunya “Ibu, aku takut”, ia meninggal di tempat tidurnya.
