Konten dari Pengguna

Villa Angker

Dukun Millenial

Dukun Millenial

INGAT!! Di dunia ini kita tidak pernah sendirian....

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dukun Millenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kisah ini benar-benar dialami ayah saya saat ia sedang berkuliah di Bogor dan menjalani KKN disebuah daerah di kota G yang kebetulan tempat kelahiran ayah. Ditempat KKN ayah saya semua berjalan lancar, tapi semua berubah ketika ayah merencanakan pergi ke villa teman ayah di kampung L yang jaraknya 10 KM dari tempat KKN, untuk mengisi liburan KKN selama beberapa hari.

Villa Angker
zoom-in-whitePerbesar

Ilustrasi Villa (Foto: YouTube)

Didesa itu hanya terdapat 6 rumah saja, termasuk villa teman ayah, jarak rumah yang terdekat dengan villa teman ayah adalah 1 KM, sisanya bisa sampai 5KM dan kabarnya tidak ada satupun yang menghuni rumah-rumah itu.

Ayah pergi berdua saja dengan temannya, mereka berangkat puku 10 pagi menggunakan mobil teman ayah, sore hari pukul 17.30 sekitar 1 KM sebelum sampai di villa, mereka melewati sebuah rumah mewah dengan halaman yang sangat besar, rumah itu tepat berada di tengah-tengah halaman, rumah itu nampak tak terurus, karena dulu jalannya belum beraspal, mobil melaju dengan hati-hati, sampai akhirnya mobil benar-benar tepat berada di depan gerbang rumah itu, mereka melihat seorang wanita berkacamata hitam sedang mengintip dari jendela, seperti memperhatikan ayah dan temannya. Ayah dan temannya hanya menertawakan perempuan itu. “Ngapain magrib-magrib pake kacamata hitam??? Kurang gelap atau gimana ya?” pikir mereka.

Sesampainya di Villa, mereka mempersiapkan alat-alat mancing, kebetulan villa teman ayah seperti rumah panggung yang dibawahnya kolam ikan, jadi mereka tidak perlu jauh-jauh pergi ke danau untuk memancing. Dari villa tersebut, nampak jelas rumah mewah itu meskipun jaraknya 1KM, mungkin karena pengaruh villa yang didesign seperti rumah panggung. Selama beberapa hati dari villa tersebut, mereka sering sekali melihat wanita berkacamata itu sedang mengintip dari jendela, bahkan mereka seperti sudah tau jadwal kemunculan wanita itu.

Siang itu mereka berkemas pulang kembali ke tempat KKN, sekitar pukul 14:00 cuaca sangat mendung, namun mereka tetap melanjutkan perjalanan. Ketika sampai di depan rumah mewah itu, hujan turun sangat deras tiba-tiba teman ayah membelokan mobilnya masuk kehalaman rumah tersebut, dia berniat berteduh di rumah itu, meski ayah menolak, tapi mobil sudah masuk ke halaman rumah tesebut. Bukannya berteduh, teman ayah malah berkeliling mengitari rumah tersebut, sampai akhirnya mobil teman ayah selip karena tanah becek dan hujan deras, mobil selip tepat di pinggir sebuah pintu yang terbuka, sepertinya itu dapur, banyak perabotan rumah dan kramik lantainya sudah banyak yang pecah. Meski sudah di gas berkali-kali, mobil tetap saja selip, akhirnya teman ayah berniat untuk keluar mobil, namun ayah mencegahnya karena dia melihat sekelebat bayangan putih melintasi jendela tepat di samping pintu dapur, ketika mereka memperhatikan dengan seksama, bayangan itu semakin menebal dan berubah bentuk menjadi seorang wanita berkacamata hitam yang biasa dilihat mereka beberapa hari lalu. Dan yang lebih mengagetkan, ternyata wanita itu tidak berkacamata hitam, melainkan tidak memiliki bola mata, kemudian wanita itu menghilang, dan teman ayah pingsan. Tinggal ayah sendiri yang masih tersadar. Setelah agak tenang, ayah mengambil alih kemudi lalu tiba2 saja mobil tidak selip lagi. Setelah teman ayah tersadar, akhirnya mereka pulang dengan selamat.