3 Perbedaan Kerja di Startup dan Corporate untuk Referensi Cari Kerja
Artikel yang membahas info seputar karier.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak pencari kerja yang ingin bekerja di perusahaan startup, namun tidak sedikit yang lebih ingin bekerja di perusahaan konvensional. Sebelum memutuskan mau bekerja di mana, sebaiknya mengetahui perbedaan kerja di startup dan corporate.
Memilih tempat kerja yang tepat merupakan keputusan yang sangat penting karena akan memengaruhi karier jangka panjang. Selain itu, mendapatkan tempat kerja yang sesuai keinginan dan nyaman akan menambah motivasi dalam bekerja.
3 Perbedaan Kerja di Startup dan Corporate
Dikutip dari buku Perkembangan Startup di Indonesia, Muhamad Bakhar dkk., (2023), startup merupakan perusahaan yang belum berdiri lama. Namun, perusahaan ini disukai karena biasanya telah menggunakan teknologi yang sangat masif.
Tidak hanya itu ada perbedaan budaya antara perusahaan startup dan perusahaan yang sudah mapan atau biasa dikenal dengan corporate. Bagi yang sedang mencari kerja, berikut adalah ulasan mengenai perbedaan kerja di startup dan corporate untuk referensi.
1. Jam Kerja
Perusahaan korporat cenderung menerapkan jam kerja yang ketat dan terstruktur. Sistem kerja umumnya mengikuti pola tradisional, seperti pukul 09.00 hingga 17.00, dengan konsekuensi jelas bagi pelanggaran, seperti pemotongan gaji. Struktur ini bertujuan untuk menjaga disiplin dan produktivitas berdasarkan waktu yang telah ditetapkan.
Di sisi lain, perusahaan startup lebih mengutamakan fleksibilitas jam kerja. Karyawan dapat memulai dan mengakhiri kerja dalam rentang waktu tertentu, asalkan durasi kerja harian terpenuhi. Pendekatan ini didasarkan pada kepercayaan bahwa produktivitas tidak selalu terikat pada jam tertentu, melainkan pada hasil yang dicapai.
2. Tempat Kerja
Lingkungan fisik tempat kerja juga menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua jenis perusahaan. Korporat biasanya menggunakan gedung perkantoran dengan sekat atau cubicle, memberikan ruang pribadi bagi setiap karyawan.
Pembagian ruang antara karyawan dan atasan juga jelas, menciptakan hierarki yang terlihat secara fisik.
Sebaliknya, startup sering memilih coworking space atau ruang kerja terbuka tanpa sekat. Desain ini mendorong interaksi spontan, kolaborasi, dan komunikasi yang lebih cair antartim, termasuk dengan pimpinan.
Konsep ruang terbuka bertujuan menghilangkan hambatan komunikasi dan mempercepat proses pengambilan keputusan.
3. Cara Kerja
Dinamika kerja di startup dan korporat juga berbeda dalam hal interaksi dan alur kerja. Startup cenderung memiliki hierarki yang lebih longgar, memungkinkan karyawan berkomunikasi langsung dengan atasan, bahkan CEO, tanpa melalui rantai birokrasi panjang.
Fleksibilitas ini memungkinkan kolaborasi lintas divisi, memperluas kesempatan belajar hal baru. Namun, kurangnya struktur terkadang berpotensi mengganggu fokus kerja.
Sementara itu, korporat mengandalkan sistem yang terstruktur dan formal. Prosedur komunikasi biasanya mengikuti alur hierarkis, dan interaksi antar karyawan cenderung lebih terbatas, terutama di perusahaan besar dengan jumlah karyawan banyak.
Baca juga: Apa Tugas Asisten Dokter Gigi? Ketahui Informasinya di Sini
Demikian adalah pembahasan mengenai perbedaan kerja di startup dan corporate yang bisa dijadikan pertimbangan sebelum melamar pekerjaan. (WWN)