4 Cara Memecat Karyawan secara Baik agar Hubungan Tetap Terjaga
Artikel yang membahas info seputar karier.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu dilema Human Resource Development (HRD) adalah tugas untuk memecat karyawan. Tugas tersebut relatif sulit, terutama jika karyawan sudah bekerja dalam waktu lama. Jika hal itu terjadi, HRD dapat mempelajari cara memecat karyawan secara baik.
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) merupakan situasi yang tidak diinginkan oleh karyawan. Walaupun demikian, pemberi kerja atau perusahaan tetap bisa menjaga hubungan baik dengan karyawan yang dipecat atau PHK dengan mempersiapkan langkah pemecatan.
4 Cara Memecat Karyawan secara Baik sehingga Relasi Tetap Terjaga
Pemberi kerja atau perusahaan mempunyai hak untuk memutuskan hubungan kerja dengan karyawan jika ada faktor mendesak. Beberapa contoh adalah pelanggaran aturan perusahaan, kesalahan berat, atau kondisi perusahaan yang membutuhkan restrukturisasi.
Walaupun ada faktor mendesak, perusahaan tetap perlu memahami bahwa karyawan umumnya tidak menyukai pemecatan. Pemecatan bahkan dapat menjadi momok bagi karyawan. Pemahaman itu penting agar perusahaan dapat memecat secara baik.
Pemecatan secara baik memungkinkan perusahaan menjaga hubungan yang baik juga dengan mantan karyawan. Berikut ini adalah empat cara memecat karyawan secara baik yang dapat melengkapi referensi.
1. Siapkan Dokumen Lengkap
Perusahaan perlu menyiapkan dokumen secara lengkap sebelum memecat karyawan. Beberapa contoh adalah menyiapkan surat-surat, alasan pemecatan, atau bukti yang menjadi landasan pemecatan.
2. Sampaikan secara Langsung dan Logis
Perusahaan perlu menyampaikan pemecatan secara empat mata (tatap muka) langsung dengan karyawan. Selain itu, perusahaan juga perlu menyampaikan alasan pemecatan yang logis untuk meminimalkan potensi kesalahpahaman.
3. Berikan Hak Karyawan
Perusahaan juga perlu memberikan hak bagi karyawan yang dipecat. Contohnya, pesangon, uang penggantian hak, dan/atau uang penghargaan masa kerja sesuai dengan peraturan yang berlaku.
4. Berikan Surat Rekomendasi
Karyawan yang dipecat perlu mencari pekerjaan baru untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Perusahaan dapat memberikan modal berupa surat keterangan kerja atau surat rekomendasi agar mantan karyawan lebih mudah untuk mendapat pekerjaan.
Dikutip dari buku Komunikasi Bisnis/Edisi Ketiga, Purwanto (2006: 118), surat rekomendasi merupakan salah satu bentuk informasi positif yang berkaitan erat dengan orang. Surat tersebut dapat menjadi lampiran saat seseorang melamar pekerjaan.
Baca juga: 2 Contoh Surat Pengunduran Diri Karyawan Pabrik yang Profesional
Cara memecat karyawan secara baik dalam uraian di atas merupakan referensi, bukan acuan mutlak. Pemberi kerja atau perusahaan dapat melakukan cara lain yang lebih sesuai dengan situasi serta kondisi masing-masing. (AA)